logo
×

Rabu, 12 Juli 2017

DPR Gagal Paham dengan Sikap Kapolri yang Ingin Pensiun Dini

DPR Gagal Paham dengan Sikap Kapolri yang Ingin Pensiun Dini

NUSANEWS, JAKARTA -  Jenderal Polisi Tito Karnavian berniat ingin pensiun dini dari jabatannya sebagai Kapolri. Sikap itu disampaikannya ketika perayaan HUT Bhayangkara di Silang Monas, Senin 10 Juli, kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Daeng Muhammad tak bisa bicara banyak apalagi menganalisis atau menerka-nerka maksud dari pernyataan Kapolri.

Justru ia terkejut dengan testimoni yang dilontarkan orang nomor satu di korps baju coklat itu. Namun menurut dia, soal keinginan Tito untuk lebih awal menyudahi karirnya di kepolisian merupakan keputusan pribadi.

“Kami menanggapinya sikap yang diambil Tito itu merupakan keputusan sendiri (pribadi),” kata Daeng saat dikonfirmasi, Selasa (11/7).

Terlebih, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ada masalah secara komunikasi politik antara Tito dengan Komisi III DPR. Sehingga, dirinya pun bingung dan tak mengerti alasan Kapolri yang berencana memilih pensiun cepat.

“Kalau persoalan dia pensiun dini, atau sampai selesai masa dinasnya di kepolisian, itu kembali ke Pak Tito,” tutur Daeng.

Dia berpendapat, jika alasan mundur karena tekanan pekerjaan yang berat maka sangat tidak tepat. Menurut Daeng, ketika seorang polisi berani mengambil keputusan dan tanggung jawab menjadi Kapolri maka sudah harus siap dengan risiko jabatannya.

“Tidak bisa menikmati jabatan tanpa mau mengambil akibat dari jabatan itu,” ucap dia menambahkan.

Sekedar informasi, usai memimpin upacara peringatan HUT Polri ke-71 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kapolri mengisyaratkan bakal memilih untuk pensiun dini. Hal tersebut sekaligus mempertegas pernyataan sebelumnya yang disampaikan Tito saat wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta.

“Saya sampaikan kalo boleh saya pilih, saya enggak mau selesai sampai 2022. Terlalu lama. Enggak baik bagi organisasi, enggak baik bagi saya sendiri. Organisasi butuh penyegaran, perlu ada pimpinan baru,” kata Kapolri.

“Saya katakan, jadi Kapolri penuh dengan kehidupan yang stressfull, banyak persoalan. Saya pikir pada waktunya saya enggak selesai 2022, kemungkinan ada waktu yang saya anggap tepat, mungkin akan pensiun dini,” tambah jenderal polisi jebolan Akpol 87′ itu. (akt)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: