
NUSANEWS, JAKARTA - Bareskrim Polri melakukan penggerebekan secara serentak di empat lokasi berbeda terkait kejahatan penipuan online internasional, yakni di Jakarta, Bali, Surabaya dan Batam.
Dalam penggerebekan hasil kerjasama dengan Polda Metro Jaya, Polres Depok dan Polrestabes Surabaya dan kepolisian Tiongkok itu, total polisi mengamankan 150 WNA yang rata-rata dari Tiongkok.
Sampai saat ini, belum diketahui dengan jelas siapa otak sindikat tersebut. Namun polisi memastikan, para korban sindikat internasional itu adalah warga Tingkok sendiri.
Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto kepada sejumlah wartawan di lokasi penggerebekan di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (30/7) pun mengaku masih mendalami kasus tersebut.
“Masih satu kesatuan (operasi di Jakarta, Bali, dan Surabaya, Red). Kami saling koordinasi. Tapi, masih kami perdalam dan petakan,” ungkapnya.
Menurut Didik, sindikat tersebut melancarkan aksinya dengan modus sederhana, yakni menelepon dan menyebut saudara calon korban bermasalah dengan pihak hukum.

“Mereka meminta calon korbannya membayar dengan jumlah tertentu agar bisa bebas,” salah satu petugas.
Yang mencengkan, sindikat ini memiliki orang-orang yang secara khusus bisa memanipulasi data dan membobol sistem keamanan komputer.
Sebab, mereka bisa mengetahui siapa-siapa saja yang bermasalah di Tiongkok. Dengan begitu, mereka bisa dengan tepat menyasar keluarga orang-orang yang bermasalah dengan hukum.
“Itu yang membuat kepolisian Tiongkok khawatir. Sebab, bisa jadi ada kebobolan dengan sistem mereka,” lanjutnya.
Sindikat ini terbilang cukup besar menilik pada ‘markas’ yang dijadikan sebagai kegiatan aksi tipu-tipunya.
Di Jakarta sendiri, home base-nya berada di Pondok Indah. Di Bali, markas mereka terdapat di Kuta Selatan. Lalu, di Surabaya, langsung tiga rumah di perumahan paling mahal, Graha Family, yang mereka huni.
“Kami belum mengetahui apakah sindikat tersebut membeli atau menyewa¬nya. Kami belum bisa melakukan pemeriksaan secara intensif,” kata Didik.
Selain itu, jumlah orang yang terlibat juga terbilang cukup banyak. Dari Pondok Indah, polisi membekuk 29 orang yang rata-rata WN Tiongkok. Sementara itu, dari Kuta Selatan, aparat menahan 28 orang.
Yang paling banyak terdapat di Surabaya dengan total 93 orang yang ditangkap dan dikumpulkan dari operasi kemarin.
rinciannya, 12 WN Taiwan, 1 WN Malaysia, 1 WNI, dan sisanya WN Tiongkok. Sebanyak 26 orang di antara mereka adalah perempuan semuanya berasal dari Tiongkok. (ps)


