logo
×

Minggu, 30 Juli 2017

Ini Penghasilan WN Tiongkok Sindikat Penipuan Online Internasional. Mencengangkan!

Ini Penghasilan WN Tiongkok Sindikat Penipuan Online Internasional. Mencengangkan!

NUSANEWS, JAKARTA -  Bareskrim Polri melakukan penggerebekan secara serentak di empat lokasi berbeda terkait kejahatan penipuan online internasional, yakni di Jakarta, Bali, Surabaya dan Batam.

Dalam penggerebekan hasil kerjasama dengan Polda Metro Jaya, Polres Depok dan Polrestabes Surabaya dan kepolisian Tiongkok itu, total polisi mengamankan 150 WNA yang rata-rata dari Tiongkok.

Sampai saat ini, belum diketahui dengan jelas siapa otak sindikat tersebut. Namun polisi memastikan, para korban sindikat internasional itu adalah warga Tingkok sendiri.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto kepada sejumlah wartawan di lokasi penggerebekan di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (30/7) pun mengaku masih mendalami kasus tersebut.

“Masih satu kesatuan (operasi di Jakarta, Bali, dan Surabaya, Red). Kami saling koordinasi. Tapi, masih kami perdalam dan petakan,” ungkapnya.

Menurut keterangan salah seorang petugas, sindikat tersebut terbilang cukup besar.



Dalam laporan Interpol, sindikat ini berhasil meraup keuntungan dari para korban-korbannya sedikitnya USD 45 juta (Rp600 miliar) dalam satu tahun terakhir seja.

Menurut sumber tersebut, sindikat tersebut melancarkan aksinya dengan modus sederhana, yakni menelepon dan menyebut saudara calon korban bermasalah dengan pihak hukum.

“Mereka meminta calon korbannya membayar dengan jumlah tertentu agar bisa bebas,” salah satu petugas.

Yang mencengkan, sindikat ini memiliki orang-orang yang secara khusus bisa memanipulasi data dan membobol sistem keamanan komputer.

Sebab, mereka bisa mengetahui siapa-siapa saja yang bermasalah di Tiongkok. Dengan begitu, mereka bisa dengan tepat menyasar keluarga orang-orang yang bermasalah dengan hukum.

“Itu yang membuat kepolisian Tiongkok khawatir. Sebab, bisa jadi ada kebobolan dengan sistem mereka,” lanjutnya.   (ps)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: