logo
×

Selasa, 11 Juli 2017

“Rekonsiliasi Bagi Jokowi Kata Tanpa Perbuatan dan Hasilnya Penipuan”

“Rekonsiliasi Bagi Jokowi Kata Tanpa Perbuatan dan Hasilnya Penipuan”

NUSANEWS, JAKARTA - Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI), Yudi Syamhudi Suyuti menuding Presiden Joko Widodo sebagai pihak yang paling tidak berkenan dengan adanya rekonsiliasi antara pemerintah dengan ulama. Yudi pun memperingatkan para ulama agar tidak sepenuhnya percaya kepada pemerintah terkait dengan masalah tersebut.

Ucapan Yudi sendiri merupakan respon dari peringatan yang dilontarkan oleh Habib Rizieq Shihab pada Minggu (9/7) malam. Seperti yang diketahui, HRS mengingatkan para ulama dan aktivis untuk meningkatkan kewaspadaan sehubungan dengan penyerangan terhadap ahli IT Hermansyah.

Melalui rekaman suara yang disiarkan dalam sebuah acara GNPF-MUI, HRS menduga bahwa penyerangan terhadap Hermansyah sangat erat kaitannya dengan kesaksian yang diberikan Hermansyah terkait chat bernada mesum yang melibatkan HRS. Menurut HRS, penyerangan terhadap Hermansyah merupakan salah satu indikasi bahwa terdapat pihak-pihak yang tidak berkenan dengan adanya rekonsiliasi.

“Yang tidak senang dengan rekonsiliasi itu ya Jokowi itu sendiri,” ungkap Yudi dengan tegas kepada Aktual, Senin (10/7).

Yudi yang pernah menjadi tim sukses Jokowi saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur Jakarta pada beberapa tahun lalu, menduga bahwa rekonsiliasi hanyalah sebuah retorika yang tidak disertai dengan tindakan nyata.

“Saya kenal sekali watak Jokowi, rekonsiliasi bagi dia (Jokowi) hanya kata-kata tanpa perbuatan dan hasilnya penipuan. Saya bertanggung jawab dengan pernyataan saya ini,” terangnya.

Yudi sendiri beranggapan bahwa Presiden sangat keberatan dengan adanya upaya dialog dan rekonsiliasi antara pemerintah dengan ulama. Hal ini, lanjutnya, sangat tampak ketika sampai saat ini belum ada satu pun syarat rekonsiliasi yang ditindak lanjuti oleh pemerintah.

Hingga saat ini sendiri, beberapa ulama dan aktivis masih mendekam sebagai pesakitan akibat tuduhan makar. Beberapa orang yang mendekam di penjara adalah Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath dan aktivis mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Zainuddin Arsyad.

Sementara itu, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, menjadi buronan setelah berstatus tersangka tanpa diminta keterangan sebagai saksi dalam kasus chat bernada mesum.

“Nyatanya dia merasa terdesak dengan rekonsiliasi. Kalau dia serius rekonsiliasi, bersihkan semua tuduhan-tuduhan yang enggak jelas kepada ulama dan aktivis,” bebernya.

Mengenai penyerangan terhadap Hermansyah, Yudi menduga bahwa pelaku pengeroyokan tersebut adalah orang-orang suruhan penguasa yang tidak dapat menerima kesaksian Hermansyah dalam kasus chat bernada mesum. Hermansyah sempat menyatakan dalam sebuah acara salah satu stasiun tv, bahwa barang bukti yang digunakan dalam perkara chat bernada mesum adalah sebuah rekayasa alias dipalsukan.

“Jadi yang bisa rezim lakukan adalah selalu menabrak koridor hukum dan gunakan cara-cara barbar yang tidak beradab. Itu kan bukan cara politik modern, tapi cara preman rebutan lapak,” pungkasnya. (akt)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: