
NUSANEWS - Presiden Jokowi mengakhiri giat kunjungannya di Kabupaten Tuban, dengan melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Agung, Jumat (9/3/2018).
Dalam kesempatan bertatap muka dengan jamaah shalat, Jokowi juga berpesan pentingnya menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara.
Hal itu disampaikan mengingat banyaknya pemberitaan tidak benar (hoax), atau fitnah yang ditujukan untuk merusak keutuhan bangsa Indonesia. Terlebih dilakukan saat momen Pilkada atau Pemilu.
"Jangan sampai kita terpecah belah karena Pilkada atau Pemilu," kata Jokowi di hadapan ulama dan jamaah.
Jokowi menjelaskan, kerap kali usai Pilkada maupun Pemilu, sesama tetangga tidak saling tegur sapa. Hanya karena beda calon saja.
Hal ini tentu tidak baik, dan jangan diteruskan karena bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Hoax dan fitnah bukan norma yang dimiliki bangsa Indonesia.
"Sudah jangan seperti ini, pemilihan selesai kita harus baik dengan siapapun," ucapnya.
Tak hanya itu, Jokowi juga memaparkan potensi Indonesia yang rawan untuk dipecah belah atas kekayaan ragam yang dimiliki.
Seperti kekayaan suku, bahasa daerah, pulau, agama maupun kepercayaan, dan masih banyak perbedaan lainnya yang harus bisa diterima.
"Kita punya 714 suku, 1100 lebih bahasa daerah, dan 17 ribu pulau-pulau, dan banyak lagi kekayaan ragam yang dimiliki bangsa besar ini," bebernya.
Oleh sebab itu, mari jaga bangsa ini dengan bergandeng tangan, jangan bermusuhan terus. Mari berkarya untuk mengisi kemerdekaan.
"Stop sebar fitnah, stop bermusuhan, mari bersatu untuk Indonesia," pungkasnya.
SUMBER

