
NUSANEWS - Rupanya nama Prabowo Subianto dalam bursa pencalonan Pemilihan Presiden 2019 yang akan datang cukup menguat. Bahkan banyak dari pendukung Presiden Joko Widodo yang berencana untuk maju kembali merebut kursi RI 1 , merasa ketakutan. apalagi beberapa tokoh yang sudah mulai dimunculkan oleh netizen digadang gadang untukmaju dan berpasangan dengan Prabowo.
Selain nama Agus Harimurti Yudhoyono, juga ada nama Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang, lalu ada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, juugaa Rizal Ramli dan Yusril Ihza Mahendra. Namun dari keseluruhan nama nama yang masuk dalam bursa capres Prabowo, adalah Jenderal Gatot Nurmantyo yang dianggap cukup kuat, bahkan tidak sedikit netizen berharap agar negara Indonesia dipimpin kembali dari unsur militer.
Dan sebuah koran terbitan nasional mencoba untuk membuat sebuah “kisah” pilpres baru dengan menampilkan foto Prabowo Subianto akan berpasangan dengan Gatot Nurmantyo sebagai capres dan cawapres. Bahkan dalam foto tersebut, diberi judul yang mengklaim jika keduanya berpasangan, dianggap sebagai pasangan yang sangat ideal.
Akibatnya para pendukung Jokowi, seakan tidak menerima kenyataan jika Jenderal yang menjadi kesayangan para ulama dan umat muslim di Indonesia. Harus maju, salah satunya adalah Ade Armando yang dikenal oleh sebagian mahasiswa sebagai salah satu dosen di Universitas Indonesia.
Dalam postingannya, Ade Armando yang dikenal juga sebagai salah aktivis dari sebuah jaringan liberal, yang mendompleng agama Islam, Jaringan Islam Liberal, menuduh secara tegas jika Prabowo yang disebutnya sebagai dalang pelaku penculikan aktivis pada masa reformasi akan bergulir, maju dengan membawa seorang panglima.
Postingan Ade Armando menuai protes yang cukup keras, bahkan salah satu akun meminta dan berharap agar pihak Gerindra dapat melakukan tindakan hukum secara tegas.
“Saya ingin GERINDRA mengambil tindakan serius atas Caption Ade armando ini,inilah fitnah yg sesungguh nya..kehadiran orang seperti inilah yg membuat kondisi indonesia amburadul,.@Gerindra @prabowo @fadlizon @habiburokhman @Satria_Gerindra @adv_supyadi @Don_dasco @Fahrihamzah.” tulis Muhammad Al Fatih melalui akunnya @Al_Fatih1453_
Dan tulisannya di retwet hingga 720 kali dan disukai sebanyak 577 kali, dan dikomentari sebanyak 157 orang netizen, yang kesemuanya meminta agar Gerindra dan tokoh nasional lainnya juga ikut bisa membantu memnangkap dan memenjarakan Ade Armando.
“Saya sebagai salah satu kader Gerindra merasa jika Ade Armando harus menghadapi hukum, dan semoga kali ini tidak akan lolos lagi seperti laporan laporan sebelumnya,’ ujar Heikal selaku anggota Partai Gerindra.
Heikal bahkan mengingatkan kepada siapa saja yang masih mencoba untuk menuduh Prabowo sebagai dalang penculikan aktivis mahasiswa masa reformasi akan bergulir, agar berpikir sebagai orang sehat, karena menurutnya aktivis aktivis yang disebut diculik, justru kini menjadi salah satu bagian dari kehidupan Gerindra dan juga sebagai teman dekat Prabowo.
Yang dimaksud oleh Heikal, korban korban penculikan oleh team mawar kopassus saat itu, seperti Pius Lustrilanang, Desmon Mahesa, Haryanto Taslam dan Aan Rusdiansyah justru menjadi rekan dekat Prabowo, bahkan masuk membantu Prabowo dalam partai Gerindra yang kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI Periode 2014-2019.
Jadi menurut Heikal, jika Ade Armando lebih pantas disebut sebagai sisa sisa manusia yang tidak bisa menerima kenyataan hidupnya dan juga hidup orang lain, ” Makanya fitnah fitnah yang sudah basi dan juga tidak benar selalu dipakai, karena mau cari fitnah baru tidak ada lagi,” pungkas Heikal.
SUMBER

