
NUSANEWS - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersilaturahmi dan berdialog dengan sekitar 100 tokoh masyarakat Gorontalo, Senin (26/3). Kegiatan itu dilakukan di sela-sela safari konsolidasinya ke sejumlah wilayah Provinsi Gorontalo.
Dalam acara itu, Paloh mengingatkan tentang masih adanya 'penyakit' kurangnya disiplin nasional yang menghambat majunya Indonesia.
"Kita lemah dalam disiplin nasional. Ini penting kita pahami, akibatnya kita kerap melahirkan cara-cara yang sebetulnya kurang produktif," kata dia dalam pernyataan tertulis, sesaat lalu.
Paloh merasa, masyarakat Indonesia masih dihadapkan pada rasa saling curiga yang tinggi satu sama lain. Akibatnya, kemajuan bangsa yang sejatinya bisa dikejar terhambat oleh rasa saling mencurigai.
"Kalau kita saling curiga, kapan kita bisa maju? Yang ada banyak godaan, fitnah, iri, dengki, khianat. Indonesia tidak akan sehat. Iklim ini kita harus perbaiki," jelasnya.
Padahal, hemat Paloh, Indonesia merupakan bangsa yang berpotensi besar menjadi negara maju. Apalagi, banyak kelebihan Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain.
"Kita diberikan oleh-Nya kekayaan alam yang berlimpah, matahari yang cukup, hujan yang cukup, kontur tanah Indonesia yang subur, kita bisa olah apa saja di tanah negeri ini," terangnya.
Dalam konsolidasinya di Gorontalo, Paloh didampingi antara lain oleh mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. Pria berusia 55 tahun itu kini menjabat sebagai Ketua DPP NasDem Bidang Ekonomi sekaligus Komando Pemenangan Wilayah Gorontalo.
Kepada para tokoh Gorontalo, Paloh juga memberikan kenang-kenangan berupa buku tentangnya, 'Bunga Rampai 65 Tahun Surya Dharma Paloh'.
SUMBER

