logo
×

Minggu, 29 Juli 2018

BMKG Catat 85 Gempa Susulan di Lombok

BMKG Catat 85 Gempa Susulan di Lombok

NUSANEWS - Hingga siang ini gempa susulan yang terjadi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, tercatat mencapai 85 kali. Puluhan gempa susulan tersebut terjadi di wilayah Lombok utara, barat, dan timur.

"Setelah di-update oleh pihak BMKG, gempa terjadi pada kedalaman 24 kilometer. Hingga pukul 11.00 WIB, total sudah ada 85 gempa susulan. Kami harapkan ada penurunan dan semakin kecil (intensitasnya)," kata Muhammad Sadly, Deputi Bidang Geofisika BMKG, dalam Breaking News tvOne, Minggu 29 Juli 2018.

Sadly menuturkan, gempa di NTB terjadi tepatnya pada pukul 05.47 WIB dengan kekuatan 6,4 Skala Richter pada kedalaman 24 kilometer. Guncangan paling parah dapat dirasakan di wilayah Lombok Utara dengan skala intensitas hingga IV MII, yang ditandai dengan kerusakan bangunan di sekitar lokasi.

"Skala intensitas di wilayah utara paling besar. Bangunan banyak rusak oleh karena kualitas bangunan tidak begitu mengikuti standar, sehingga mudah rubuh," ujarnya.

Hingga Minggu pagi, 29 Juli 2018 pukul 09.45 WIB tercatat dampak gempa menyebabkan 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka, dan puluhan rumah rusak. Diperkirakan dampak gempa akan bertambah mengingat pendataan masih berlangsung dan belum semua lokasi terdata.

BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat, korban terbanyak terdapat di Kabupaten Lombok Timur, yakni delapan orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan, dan puluhan rumah rusak. Dari delapan korban meninggal terdapat satu orang warga negara Malaysia. 


Identitas korban meninggal dunia, Isma Wida, perempuan berusia 30 tahun, Warga Negara Malaysia, Ina Marah, perempuan, 60 tahun, Ina Rumenah, perempuan, 58 tahun, dan lima orang meninggal dunia dalam pendataan identitas oleh petugas.

Di Kabupaten Lombok Utara terdapat dua orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan tujuh orang di Puskesmas Bayan.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: