
NUSANEWS - Sosok Lalu Muhammad Zohri menjadi sorotan publik beberapa hari ke belakang.
Aksi heroiknya dalam membela Indonesia pada kejuaraan dunia banyak menginspirasi orang lain.
Pun dengan kisah hidupnya yang sederhana.
Siapa sangka, atlet berbakat kelahiran Lombok, Nusa Tenggara Barat ini ternyata hidup dalam keterbatasan.
Hal tersebut terlihat saat awak media mendatangi rumahnya yang terletak di dusun Karang Pangsor, Lombok Utara.
![]() |
| Depan Rumah Lalu Muhammad Zohri di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (antaranews) |
Rumah sederhana yang banyak disorot media itu pula yang menggetarkan hati publik untuk melakukan donasi.
Meski begitu, sang kakak Zohri, Baiq Fazilla mengungkapkan adiknya tak pernah menyerah dengan keadaan.
Dilansir dari Kompas.com, Fazilla mengatakan adiknya telah menjadi atlet lari sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Prestasi demi prestasi pun diraih oleh adiknya itu.
![]() |
| Baiq Fazilah (29), kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, peraih medali emas lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20, di Tampere, Finlandia, menunjukkan sejumlah medali yang telah diperoleh adiknya, di rumahnya yang sederhana di dusun Karang Pangsor, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Kamis (12/7/2018). (ANTARA FOTO/ AHMAD SUBAIDI) |
Namun ada kisah yang tampaknya masih melekat di pikiran Fazilla.
Yakni setahun sebelum Zohri bertanding di kejuaran dunia Finlandia tersebut.
Zohri sempat meminta pada kakaknya untuk dibelikan sepatu seharga Rp 400 ribu.
Tapi karena keterbatasan, sang kakak hanya bisa memberikan uang seadanya kepada Zohri.
"Dia minta ke saya uang Rp 400.000 untuk beli sepatu sebelum berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan pertandingan ke luar negeri. Saya hanya bisa memberikannya uang seadanya. Saya sangat bangga padanya dan dia tak pernah menuntut,” kata Fazilla sembari menyeka air matanya.
Nyaris Gagal Berangkat ke Finlandia
Tak hanya kisah perjuangan Zohri ketika di kampungnya saja yang membuat publik terhenyak.
Fakta mengenai sulitnya ia sebelum berangkat ke Finlandia juga sempat mengejutkan publik.
Ya, Zohri dikabarkan sempat terganjal untuk pergi ke Finlandia karena beberapa masalah.
Yakni karena masalah dirinya yang merupakan anak yatim piatu dan masalah visa.
Dilansir dari Kompas.com, Ibunda Zohri, Saeriah meninggal sekitar tahun 2015.
Sedangkan ayahnya, Lalu Ahmad Yani meninggal pada tahun 2017.
Dilansir dari Antara.com, hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Mohamad "Bob" Hasan.
Bob mengungkapkan bahwa Zohri hampir saja gagal berangkat karena dia anak yatim piatu.
Hal tersebut lantaran diperlukannya kontrak kerja dan rekening bank orangtua untuk tiga bulan terakhir bagi anak di bawah umur.
Sebagai bukti kepemilikan dana yang cukup selama tinggal di Finlandia.
Selain itu, masalah pembuatan visa Zohri juga sempat terganjal karena masalah biaya serta bukti kepemilikan dana tadi.
Bukti ini bisa berupa rekening bank atau slip gaji selama 3 bulan terakhir.
Biaya pembuatan visa Schengen (untuk ke Finlandia) sendiri berkisar satu juta rupiah.
Jumlah tersebut belum termasuk biaya layanan sekitar empat ratus ribu rupiah, dilansir dari VFS Global.
Namun akhirnya, Bob Hasan lah yang menanggung semua biaya dan persyaratannya.
Menurutnya, kendala terbesar dalam memberangkatkan atlet biasanya di masalah visa dan pengangkutan peralatan.
SUMBER



