logo
×

Kamis, 19 Juli 2018

Sandi Kembali Janjikan Program Rumah DP 0 Rupiah Direalisasikan Akhir Agustus

Sandi Kembali Janjikan Program Rumah DP 0 Rupiah Direalisasikan Akhir Agustus

NUSANEWS - Program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi) antara lain rumah dengan uang muka alias down payment (DP) 0 rupiah.

Warga Jakarta sudah lama menanti realisasi rumah DP 0 rupiah itu. Tapi yang didapatkan hanya berupa janji saja. Misal­nya, 17 April lalu, Sandiaga bil­ang warga sudah bisa memesan rumah DP 0 rupiah pada Mei 2018, setelah Anies meneken Pergub. Ternyata, kala itu, Anies hanya meneken Pergub tentang UPT. Belum ada personalia dan skema pembiayaan. Akhirnya batal pemesanan rumah.

Sandiaga kembali menjanjikan rumah DP 0 rupiah dapat dibeli warga Jakarta usai Lebaran lalu. Tapi itu pun belum terwujud. Sekarang, Sandiaga berjanji pada akhir Agustus 2018 ini.

"Rencananya itu mudah-mudahan di kuartal ketiga ini. Targetnya itu adalah Agustus atau Agustus akhir. Kami lagi menunggu verbalnya ini," kata Sandi di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Ja­karta, Selasa (17/7).

Saat ini, sebut Sandiaga, unit pelaksana teknis (UPT) yang dip­impin Dzikran Kurniawan masih merumuskan sistem pemesanan. Nantinya, rumah DP nol rupiah juga bisa dibeli secara online.

Sejauh ini, Peraturan Gu­bernur (Pergub) soal skema pembiayaan masih dalam peru­musan. Setiap dinas terkait akan memberikan masukan untuk ke­mudian memunggu persetujuan Gubernur Anies.

"UPT perumahan sekarang lagi menyusun rancangan Per­gub. Semuanya nanti akan ter­cakup di Pergub ini, pendaftaran, pembayaran, skema pembi­ayaan,"  tuturnya.

Sekadar mengingatkan, Pem­prov DKI sudah groundbreaking proyek DP 0 rupiah pada 18 Janu­ari 2018 lalu di kawasan Klapa Village, Jalan H Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Meskipun aturan belum ada, groundbreaking saat itu di­lakukan sebagai tanda keseriusan Pemprov DKI mewujudkan pro­gram unggulannya tersebut.

Menanggapi hal itu, Indonesia Property Watch (IPW) menilai, ketersediaan lahan akan memper­sulit realisasi program DP 0 rupiah. Itu makanya hanya janji-janji saja yang diperoleh warga Jakarta. "Bukan dana kendalanya, tapi ketersediaan lahan," kata CEOIPW Ali Tranghanda, dalam keterangannya.

Dia menyarankan, Pemprov DKI jangan terlalu banyak disi­bukkan dengan skema DP 0 rupiahnya. Sebab, sebagus apa pun skemanya, yang penting lahannya ada. Untuk menghadapi kendala lahan, Pemprov DKI dapat menggandeng badan usaha milik negara atau daerah. Yakni dengan menyediakan lahan baru atau melakukan revitalisasi lah­an-lahan Pemprov DKI maupun lahan BUMN atau BUMD.

"Skema pembiayaan bisa dibuat sebagus apa pun, tapi lahannya gak ada. Ketersediaan lahan dulu harus dipastikan," sarannya.

Dalam hitungannya, untuk realisasi program ini, Pemprov DKI harus siap menyediakan dana Rp 2,7 triliun atau 4 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta.

"Angka ini untuk target awal 50 ribu kepala keluarga. Mari lebih serius menyusun program rumah untuk rakyat Jakarta ini. Sebab, banyak masyarakat Jakarta yang menantikan program ini segera direalisasi," tandasnya.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Fasilitasi Pemilik Rumah Sejahtera Dzikran Kurniawan mengaku, persiapan penjualan rumah DP 0 rupiah telah ram­pung. Khususnya untuk regis­trasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Sudah ready, menunggu waktu resmi untuk dapat diakses masyarakat," kata Dzikran.

Dipaparkannya, sistem regis­trasi dan verifikasi MBR terinte­grasi data kependudukan. Sistem ini akan sangat selektif. Sistem otomatis menyeleksi MBR yang berkesempatan membeli unit rumah DP 0 rupiah. Data kebutu­han backlog akan detail by name, by address, serta akan ditetapkan daftar nominatif MBR penerima fasilitas DP nol.

"Dari daftar ini diambil yang akan KPR sesuai dengan suplai yang tersedia. Dengan sendirin­ya akan tercipta antrean pembi­ayaan perumahan," ungkapnya.

Pihaknya saat ini tinggal menunggu keputusan akhir Gu­bernur Anies Baswedan tentang skema, rate, porsi, dan prioritas yang akan digunakan.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: