logo
×

Jumat, 17 Agustus 2018

Cina Bongkar Jaringan Agen CIA, 30 Dieksekusi

Cina Bongkar Jaringan Agen CIA, 30 Dieksekusi

NUSANEWS - Otoritas China mengeksekusi sedikitnya 30 agen mata-mata yang bekerja untuk CIA dalam dua tahun. Demikian laporan majalah Foreign Policy baru-baru ini, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (16/08).

Laporan yang diterbitkan Rabu lalu (17/08) itu mengatakan bahwa Cina secara sistematis berhasil membongkar jaringan mata-mata AS di seluruh negeri mulai akhir 2010 hingga awal 2012.

Majalah dua bulanan itu menganggap ini sebagai kegagalan terburuk yang dialami CIA dalam beberapa dekade. Pejabat intelijen AS segera melakukan penyelidikan internal setelah jaringan agennya itu terungkap.

Foreign Policy mengutip keterangan lima pejabat intelijen yang masih aktif dan non aktif mengatakan bahwa para penyelidik telah menyimpulkan tiga kemungkinan alasan yang memungkinkan Cina mengungkapkan jaringan agen tersebut.

Para pejabat tersebut menjelaskan, terungkapnya jaringan agen CIA itu terjadi karena Cina berhasil membobol sistem komunikasi—sistem digital terenkripsi yang digunakan oleh petugas intelijen dan agen—, atau oleh kesalahan salah satu agen sehingga menggiring terungkapnya jaringan, atau Beijing merekrut salah satu mata-mata untuk kepentingannya.

Mereka menunjukkan bahwa Cina sebelumnya telah berhasil merekrut mantan agen CIA, Jerry Chunxing Li. Agen tersebut digaji ratusan ribu dolar oleh Cina untuk bekerja demi kepentingan Beijing.

Serangkaian penyelidikan AS menunjukkan bahwa Jerry kerap berhubungan dengan pejabat di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS hingga setidaknya 2011.

Pada Mei 2018, otoritas AS menuduh Jerry melakukan konspirasi untuk memata-matai. Akan tetapi para penyelidik mengesampingkan bahwa Jerry bergerak sendiri untuk mengungkap jaringan CIA di Cina. Mereka menekankan bahwa tiga alasan tersebut terkumpul sehingga jaringan terungkap.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: