
NUSANEWS - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf turut menanggapi soal tekanan yang dilayangkan Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia atas pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia.
Hal tersebut tampak dari laman Twitter @faizalassegaf yang diunggah pada Rabu (8/8/2018).
Faizal Assegaf mengatakan jika pihak Amerika Serikat sangat berhati-hati dalam menghadapi sikap tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurutnya, tidak ada peluang bagi negara manapun untuk memberikan tekanan kepada Indonesia.
@faizalassegaf: "Lagu lama! Tdk ada peluang bg negara manapun utk menekan kita sbb saat ini yg berkuasa bukan rezim korup.
Sdh trbukti Amerika sangat berhati-hati menghadapi sikap tegas pk @jokowi !
Beli Sukhoi dari Rusia, Indonesia Dapat Ancaman dari Amerika Serikat."
![]() |
| Postingan Faizal Assegaf (Capture/Twitter) |
Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengungkapkan jika ada tekanan dari AS ketika Indonesia membeli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Perlu diketahui, pembelian pesawat ini menggunkan sistem imbal beli antara Indonesia dan Rusia.
Dengan adanya skema tersebut, maka pihak Rusia diwajibkan utnuk membeli komoditas dari Indonesia sebesar 50 persen dari harga pesawat Sukhoi ini.
Dalam kesepakatan, barang-barang yang dibeli oleh Rusia di antaranya karetm teh, kopi, dan kelapa sawit.
"Rusia berkenan imbal beli, di tengah jalan Amerika Serikat mulai cawe-cawe (intervensi). Kalau ada transaksi dengan Rusia ada ancaman lain, kita diplomasi itu," ujar Oke dalam acara gathering eksportir di Kantor Bea dan Cukai Jakarta, Selasa (7/8/2018), seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Oke menyebutkan apabila saat ini Indonesia telah sepakat untuk membeli 11 pesawat Sukhoi dari Rusia dengan harga $ 1,14 miliar dollar.
Oke mengungkapkan jika skema perdagangan imbal beli bisa mendorong peningkatan ekspor domestik, sehingga bisa ditiru oleh produk lainnya.
SUMBER


