
NUSANEWS - Mata air berbau belerang muncul di Gili Meno pascagempa menghantam Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 7 Agustus 2018.
Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo dalam akun Twitternya, Kamis (16/8/2018) mengunggah video beberapa mata air muncur di sekitar pantai Gili Meno. Gili sebutan untuk pulau-pulau kecil di wilayah Lombok.
“Muncul mata air berbau belerang pascagempa 7 SR di pantai Gili Meno. Ini fenomena alamiah munculnya mata air di pantai, apalagi pascagempa. Di Pantai Selatan Yogyakarta juga banyak mataair di pantai karena bertemunya muka airtanah dan laut,” tulis @Sutopo_PN.
Pada video yang dibagikan itu, terlihat ada dua mata air.
Muncul mataair berbau belerang pascagempa 7 SR di pantai Gili Meno. Ini fenomena alamiah munculnya mataair di pantai, apalagi pascagempa. Di Pantai Selatan Yogyakarta juga banyak mataair di pantai karena bertemunya muka airtanah dan laut. #lombokbangkit pic.twitter.com/iptXZJTJQQ— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) 15 Agustus 2018
Gempa 7 SR Lombok menewaskan 460 orang. Korban tersebar di Kabupaten Lombok Utara 396 orang, Lombok Barat 39 orang, Lombok Timur 12 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Denpasar 2 orang.
BNPB mencatat korban luka-luka tercatat 7.773 orang, di mana 959 orang luka berat dan rawat inap dan 6.774 orang luka ringan atau rawat jalan. Sebanyak 417.529 orang mengungsi di ribuan titik pengungsian.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam pidato bersama DPR-DPD dalam rangka menyambut HUT ke 73 Republik Indonesia, menyampaikan pihaknya mendukung penuh bila pemerintah menetapkan bencana gempa bumi di Lombok sebagai bencana nasiobal.
SUMBER

