
NUSANEWS - Politisi Gerindra Wihadi Wiyanto berharap pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat untuk tidak memilih penguasa pertahana pada pemilu mendatang.
"Kalau kita bicara terhadap sentimen dolar saja seharusnya kan mata uang kita melemahnya pada dolar (AS) saja, kenapa pada dolar Singapura dan Ringgit kita juga kalah? Artinya, pondasinya yang lemah dari pemerintah dan harus lakukan recovery ini, tidak harus ditutupi. Ini adalah suatu fakta, bahwa memang pemerintah layak diperhitungkan untuk tidak dipilih kembali pada pemilu mendatang, karena ekonomi yang terpuruk," ujarnya di Jakarta, Kamis 06/09/2018).
Wihadi menambahkan pemerintah seharusnya mencari jalan keluar mengapa nilai tukar rupiah selalu lemah terhadap mata uang asing.
"Seharusnya kita mencari di mana kelemahan kita dalam hal ekonomi, kenapa mata uang kita selalu anjlok? Kalau kita bicara masalah dengan dolar, tetapi rupiah kita juga anjlok juga terhadap mata uang asing yang lain. Artinya, memang mata uang kita lemah," lanjutnya.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) pada pukul 16.00 WIB kemarin, rupiah melemah pada angka Rp14.897. Menurut sejumlah pakar ekonomi, tekanan Rupiah ini paling banyak dipengaruhi tekanan krisis Turki dan Argentina serta perang Dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Hal tersebut membuat dolar Amerika Serikat terus menguat.
"Artinya begini, pemerintah yang terbuka itu bukannya menyerah tapi dalam hal ini mencari jalan keluar untuk me-recovery, kan masih ada kesempatan sampai bulan April, mampu atau tidak. Kalo ditutupi seperti ini justru tidak jelas permasalahannya, jadi semuanya ini dianggap eksternal, yaitu pengaruh dari Turki, Argentina dan sebagainya, nanti pengaruh dari mana lagi? ini yang gak boleh jadi kambing hitam," tegas Wihadi.
Menurut Anggota DPR itu, keterpurukan ekonomi karena pelemahan rupiah terhadap dolar menjadi penyebab daya beli masyarakat menurun. Dia menyarankan pemerintah segera memperbaiki dan mengatasi krisis nasional tersebut. Jika tidak, pelemahan rupiah akan berdampak lebih panjang.
"Bicara masalah ini kalau mau terbuka bagaimana masalah krisis nasional ini dapat teratasi, tapi kalau mau bicara seperti itu, tentunya imbasnya panjang. Yang terjadi sekarang ini, rakyat kita dalam situasi yang terombang-ambing karena daya beli yang menurun, karena uangnya tak ada," tutupnya.
SUMBER

