logo
×

Kamis, 06 September 2018

OSO Sebut Pelemahan Rupiah Bukan Salah Pemerintah

OSO Sebut Pelemahan Rupiah Bukan Salah Pemerintah

NUSANEWS - Politisi Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan bahwa nilai tukar rupiah yang terus terdepresiasi terhadap dolar AS bukanlah salah pemerintah.

"Saya bingung kalau cara berpikir orang-orang yang tidak mengerti ya, terus menuduh seolah-olah kebijakan yang salah oleh pemerintah," ujar OSO di Jakarta, Rabu (05/09/2018).

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu, depresiasi rupiah yang dialami Indonesia masih cukup baik jika dibandingkan negara lain. Bahkan, hanya beda tipis dengan yang terjadi di negara maju sekelas Inggris.

"Kita hanya 7 persen, Eropa Inggris, Perancis itu 5 persen, jadi kita hanya 2 persen diatas mereka," pungkas OSO.

OSO justru menghimbau agar gerakan penguatan rupiah dimulai dari masyarakat. Menurut OSO, masyarakat harus membudayakan gerakan cinta rupiah.

"Perlu ada cinta rupiah. Betul, semua mari kita belanja dalam rupiah," katanya.

OSO menekankan bahwa masyarakat harus sadar akan pentingnya bertransaksi dengan mata uang rupiah. Disaat rupiah lemah seperti ini masyarakat harusnya berbelanja dengan menggunakan rupiah dan mengurangi bertransaksi dollar.

"Kalau perlu semua harus belanja pakai rupiah, ngapain kita belanja di dollar? Kita bukan negara dollar," ujarnya.

OSO meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi situasi saat ini, apalagi sampai menyalahkan pemerintah.

Sebelumnya, Dalam situs resmi Bank Indonesia tercatat kurs jual rupiah melemah pada Rabu, (05/09/2018), bahkan kurs jual rupiah mencapai level Rp 15.002 per dolar AS. Sementara kurs beli berada di Rp 14.852 per dolar AS. Sementara itu, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 14.972 per dolar AS.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: