logo
×

Kamis, 06 September 2018

Menyerah, Rocky Gerung Dukung Gerakan #2019TetapJokowi?

Menyerah, Rocky Gerung Dukung Gerakan #2019TetapJokowi?

NUSANEWS - Pengamat politik Rocky Gerung meminta netizen pendukung Joko Widodo untuk tidak lagi menyerang dirinya. Mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia itu mengaku menyerah dan menyatakan dukungan terhadap gerakan #2019TetapJokowi.

"Buset makin mendidih. Ok, saya nyerah. Jangan maki saya lagi, jangan fitnah, jangan ngeroyok. Mulai hari ini saya bergabung dengan #Bong200 demi #2019TetapJokowi” Unggah Rocky melalui Twitter miliknya, @RockyGerung, Rabu (05/09/2018).

Ungkapan Rocky Gerung ini diduga Cuma satir karena setelah itu Rocky masih terlihat menyindir para netizen pro #2019TetapJokowi yang ia sebut dengan sebutan “bong”.

“Penting membaca konstitusi dengan otak. Penting mempelajari sejarah politik dunia. Penting pahami konsep filosofi kekuasaan. Setelah itu, baru koar-koar. #ABRAKADABONG”, ujar Rocky di twitter @rockygerung, Rabu, (05/09/2018).

Rocky juga masih terus mengunggah pernyataan-pernyataan bernada kritis terhadap pemerintahan Jokowi. Ia bahkan mengatakan bahwa Presiden dapat diganti sebelum pilpres, dan hal tersebut dimungkinkan dalam konstitusi Indonesia.

“Bahkan setiap saat, presiden dapat diganti. Konstitusi menyediakan caranya: langkah awalnya didakwakan suatu kesalahan (impeach). Di awal sejarah konstitusi, di Eropa, ide konstitusionalisme itu justru dimaksudkan menjamin hak rakyat untuk menjatuhkan penguasa” ujar Rocky di i twitter @rockygerung.

Rocky Gurung dikenal sebagai seorang pengamat politik, peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi. Argumentasinya yang tajam seringkali menjadi sorotan karena mengundang kontroversi.

Tahun 2018 ini, Rocky Gerung kerap disebut-sebut dan diminta pendapatnya terkait kontestasi pilpres 2019. Publik mengenal dosen logika itu sebagai kritikus pemerintahan Joko Widodo.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: