logo
×

Sabtu, 08 September 2018

Pileg 2019, Mantan Aktivis HMI Hidayat Bertarung di Tabir

Pileg 2019, Mantan Aktivis HMI Hidayat Bertarung di Tabir

NUSANEWS - Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 bakal diramaikan mantan aktivis, termasuk Hidayat Hafid. mantan ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Indonesia Timur Periode 1990-1992.

Hidayat akan maju bertarung untuk merebut satu kursi dari 50 kursi di DPRD Makassar Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Tamalanrea-Biringkanaya (Tabir).

Ditemui di Enreco Coffee, Jalan Toddopuli Timur, Kota Makassar, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Hasanuddin (Unhas), mengatakan, niatnya maju sebagai calon legislator adalah sebagai bentuk pengabdian.

Diketahui, Hidayat saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPD Demokrat Sulsel dan tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia Timur (UIT).

Hidayat mengatakan, tujuannya adalah berbakti pada negeri melalui jalur legislatif.

“Karena di legislatif regulasi digodok, rencana pembangunan dibahas, peraturan yang berkaitan dengan kemaslahatan rakyat dirancang dan digodok di lembaga legislatif,” kata Hidayat.

Dalam beberapa material campaign di media sosial, Hidayat Hafid menulis “Baktiku untuk Makassar, Tamalanrea-Biringkanaya tempatku berpijak.”

Di media sosial, Hidayat rutin memprodukdi pesan-pesan bijak disesuaikan dengan isu-isu kekinian di Indonesia. Beberapa di antaranya, “balas dendam terbaik adalah menjadi pribadi yang tidak pernah berhenti menjadi lebih baik.”

“Bekerjalah melebihi dari apa yang Anda dapatkan hari ini. Suatu saat, Anda akan mendapatkan melebihi dari apa yang dikerjakan,” tulis Hidayat.

Hidayat mengatakan, petuah-petuah bijak dalam status sosialnya merupakan penunjukan sikapnya. Selain itu, juga Hidayat Hafid menuliskan,” jangan pernah merasa mulia dengan cara merendahkan orang lain. Kemuliaan hanya milik mereka yang rendah hati.”

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: