
NUSANEWS - Korban tewas akibat gempa dan tsunami yang menerjang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah kian bertambah. Tidak hanya masyarakat sipil, anggota kepolisian juga turut menjadi korban saat sedang bertugas.
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan pihaknya baru mengidentifikasi 9 anggota polisi di Sulawesi Tengah yang menjadi korban tewas gempa dan tsunami. Sisanya hingga saat ini masih belum ditemukan. Diketahui, mereka menjadi korban saat sedang melaksanakan apel pengamanan peringatan HUT Kota Palu.
"Sampai dengan saat ini dari Kabid Humas Sulteng dapat info ada 9 (yang tewas), tapi ada beberapa yang belum ditemukan. Belum bisa dihitung karena pada saat kejadian itu ada acara masyarakat memperingati ultah Kota Palu," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/10).
"Saat itu ada apel TNI-Polri untuk pengamanan. Tiba-tiba terjadi tsunami dan saat ini sedang didata. Mohon waktu dan mohon sabar untuk rekan-rekan. Mudah-mudahan rekan kami yang belum ketemu hanya hilang kontak saja, bukan hilang secara fisik," ujarnya.

9 Anggota polisi yang tewas itu, kata Setyo, merupakan anggota Polresta Palu. Hingga saat ini pihaknya masih belum menemukan apakah ada korban dari anggota mereka di Donggala. Jaringan komunikasi sana juga masih terputus.
"Kontak masih belum lancar komunikasi. Jalan masih belum bisa ditembus secara mulus," tuturnya.
Sebagai informasi, gempa berkekuatan 7,4 magnitudo dan tsunami terjadi di Palu dan Donggala pada Jumat (28/9). Korban jiwa pun hingga saat ini terus bertambah.
Tercatat hingga Minggu (30/9), data korban tewas yang dihimpun Mabes Polri mencapai 1.203 jiwa.
SUMBER

