
NUSANEWS - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggeber pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, utamanya di luar Pulau Jawa yang selama ini belum banyak tersentuh.
Berbekal deretan keberhasilan tersebut, dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang untuk melanjutkan periode kedua kepemimpinannya.
Pasalnya, masyarakat Indonesia dinilai puas atas kinerja dan prestasi capres petahana itu.
Keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur itu pun diakui Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago.
Menurut dia, dalam kepemimpinannya, Joko Widodo banyak membangun jalan di luar Pulau Jawa.
Selain itu, juga membangun beberapa jalan tol dengan anggaran mencapai Rp12,5 triliun.
Demikian Pangi dalam diskusi bertajuk ‘4 Tahun Jokowi: Catatan Sukses dan Pekerjaan Tersisa’ di Restoran Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).
“Pembangunan infrastruktur di era Jokowi mendapat nilai positif dan menghasilkan nilai kepuasan publik cukup besar,” ujar Pangi.
Selain itu, lanjut Pangi, Joko Widodo juga dinilai sebagai presiden yang mampu menampilkan citra diri sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat.
Hal itu terbukti dengan blusukan yang selalu dilakukan suami Iriana itu di setiap daerah.
Namun, Pangi memberikan beberapa catatan penting terhadap kinerja yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Salah satunya yakni seperti penyelesaian kasus hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di masa lalu.
“Hal ini masih memiliki tingkat kepuasan masyarakat yang rendah, padahal penyelesaian kasus HAM menjadi salah satu janji kampanye pada 2014,” ingat Pangi.
Selain itu, pemerintahan yang dipimpin Jokowi juga harus bisa menyelesaikan segala bentuk kasus persekusi yang terjadi akhir-akhir ini.
Mulai dari mencegah dan menghentikan bentuk persekusi, salah satunya kasus penghadangan Neno Warisman di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.
Hal inilah yang menurut Pangi menyebabkan tingkat kepuasan terhadap Joko Widodo secara keseluruhan masih sebesar 59 persen.
Karena untuk berada dalam titik aman agar kembali terpilih, mantan Walikota Solo itu harus menyentuh angka 60 persen atau lebih.
“Jokowi masih memiliki satu tahun sisa masa jabatannya untuk memperbaiki pekerjaan rumahnya tersebut,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Rumah Mediasi Indonesia, M. Rida Saleh mengapresiasi komitmen Joko Widodo yang membangun mulai dari pinggiran.
Hal itu terbukti dari besarnya dana desa yang digelontorkan oleh Joko Widodo.
“Dari tahun 2015 sampai tahun 2017 memang prioritas yang didorong di dana desa itu adalah program-program infrastruktur,” katanya.
“Jadi kalau kita lihat Jokowi itu telah membangun jalan desa itu sepanjang 121.000 Kilometer,” ungkap dia.
SUMBER

