
NUSANEWS - Tim medis dari RS Bhayangkara Medan masih menyelidiki dua mayat yang salah satunya berjenis kelamin perempuan diduga korban pembunuhan sekeluarga di Kabupaten Deliserdang.
Mayat tersebut ditemukan tim gabungan di Pulau Pandan, Perairan Kabupaten Asahan, Selasa (16/10/2018) kemarin.
Dokter di RS Bhayangkara Medan, Ismu Rizal mengatakan, kondisi jenazah sudah mulai rusak. “Saat ini sedang dilakukan identifikasi, tadi anaknya (Desi Rahmawati) sudah melihat ciri-ciri dari korban,” kata Ismu kepada wartawan di RS Bhayangkara, Rabu (17/10/2018).
Berdasarkan pengakuan anak korban, lanjut Ismu diyakini jenazah perempuan ini adalah ibu kandungnya.
Hal itu kata Ismu dipastikan setelah Desi mencocokan beberapa bagian tubuh yang dikenali sebagai ibunya, seperti gigi, bekas melahirkan dibawah perut, bekas luka dipaha sebelah kanan dan kedua jari kaki serta tinggi badan.
“Dari beberapa ciri-ciri tertentu, dia meyakini kalau mayat itu ibunya. Ciri-ciri yang dimaksud seperti gigi, bekas melahirkan, bekas luka, sampai jari-jari kakinya, dia meyakini itu ibunya,” ungkap Ismu.
Ia menyatakan, pihak dokter forensik yang menanganinya belum dapat memastikan dengan nalar umum mayat tersebut apakah ada kaitannya dengan kasus korban pembunuhan sekeluarga. Sebab harus berdasarkan hasil tes DNA, baru dokter dapat menyimpulkan.
“Forensik tetap akan melakukan pemeriksaan DNA. Perkiraan mayat sudah lama, karena kondisinya sudah cukup rusak. Diperkirakan, sekitar seminggu lebih,” jelas Ismu.
Sementara, Desi menyakini mayat wanita yang ditemukan mengapung tersebut adalah sosok sang ibu yang menghilang bersamaan dengan ayah dan adiknya beberapa waktu lalu.
Hal ini dikatakannya saat melihat kondisi jenazah di RS Bhayangkara Medan. Jasad korban kini telah dibawa ke kamar mayat untuk dilakukan pembersihan dan autopsi guna mengetahui identitasnya.
Diketahui, hilangnya Muhajir bersama istri dan putranya pada Selasa (9/10/2018) lalu. Jasad Muhajir ditemukan di Sungai Blumai, Tanjung Morawa pada Kamis (11/102018). Kondisinya, mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat.
Beberapa hari kemudian, mayat pria berusia belasan tahun yang merupakan putra Muhajir, Solihin, ditemukan di aliran sungai tersebut. Kondisinya, sama seperti Muhajir dengan posisi tangan dan kaki terikat.
SUMBER

