
NUSANEWS - Tim medis Relawan Bogor menangani 350 warga korban gempa di Kabupaten Donggala dan Sigi, Selasa (9/10/2018).
Seperti hari-hari sebelumnya, tim yang terdiri dari dokter, paramedis dan terapis ini mendatangi titik pengungsian dengan prioritas yang belum tersentuh relawan.
Tim Relawan Bogor dibagi dua kelompok. Tim pertama menyisir Kabupaten Donggala, sementara tim kedua bergerak ke arah Kabupaten Sigi.
Di Donggala mereka menangani 125 pasien di Desa Guntarano, Kecamatan Tanantovea.
Dari ratusan pasien itu, sebanyak 23 di antaranya ditangani terapis atau ahli patah tulang dari Cimande.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor, dr Budi Ruswadi yang memimpin tim pertama mengatakan mayoritas pasien yang ditangani mengalami hipertensi dan gatal-gatal.

“Pengaruh gempa dahsyat 28 September lalu memengaruhi pikiran warga. Mereka masih trauma jadi banyak yang mengalami tekanan darah tinggi,” jelasnya.
Sementara untuk pasien gatal-gatal kebanyakan anak-anak. Adapun pasien yang ditangani ahli patah tulang Cimande, ada yang terkilir, urat leher tegang dan lainnya.
Kondisi pasien hampir serupa ditangani tim kedua yang menyambangi warga Desa Watunonju, Kecataman Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.
Di sini tim relawan Bogor menangani 125 pasien.
Setelah itu tim dua bergerak ke Lapangan Lekatu, Kelurahan Tipo Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.

Di posko ini ada 683 pengungsi dari Kelurahan Buluri, Ulujadi.
“Di posko pengungsian ini ada 94 pasien yang kami tangani,” kata Ketua Tim Dua, Benny Irawan.
Tim Relawan Bogor sendiri sudah tiba di Palu sejak Minggu (7/10/2018) lalu.
Meski aktivitas mereka hari ini diawali dengan gempa beruntun (terbesar 5,2 SR) yang terjadi pada Selasa dini hari, namun tidak menyurutkan semangat mereka membantu warga korban gempa.
Rencananya, Rabu (10/10/2018) besok, mereka akan kembali menyisir sejumlah posko yang kabarnya belum tersentuh tim medis.
SUMBER

