logo
×

Selasa, 11 Desember 2018

Fakta E-KTP Duren Sawit Sengaja Dibuang, Pelaku Orang dalam Kemendagri?

Fakta E-KTP Duren Sawit Sengaja Dibuang, Pelaku Orang dalam Kemendagri?

NUSANEWS - Temuan ribuan keping e-KTP dalam karung beras di Jalan Jalan Bojong Rangkong, Pondokopi, Duren Sawit, Jakarta Timur pekan lalu, memicu tanya banyak pihak.

Pasalnya, bukan kali ini saja hal serupa terjadi. Sebelumnya, pun sudah pernah terjadi.

Akan tetapi, Kemendagri meyakini, ribuan e-KTP tersebut sengaja dibuang oleh oknum tertentu. Bukan secara tidk sengaja tercecer.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh.

“Kami menyebutkan ini adalah KTP-el yang dibuang, bukan tercecer, karena ini memang sengaja dibuang,” jelas Zudan di Duren Sawit di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Salah satu alasan yang menjadi keyakinannya adalah kondisi karung dan blanko e-ktp tersebut.

“Karungnya masih bagus, blangkonya masih bagus, belum pernah terkena air hujan. dDiletakkan dipinggir jalan yang orang cepat melihat itu,” bebernya.

Karena itu, pihaknya tak setuju jika dokumen negara itu tak sengaja tercecer.

“Kalau tercecer dipastikan jatuh berhamburan. Tapi ini masih utuh di dalam karung,” jelasnya.

Atas fakta-fakta itulah, pihaknya meyakini bahwa ribuan blanko tersebut sengaja dibuang.

“Sekarang kami sedang mendalami, siapa yang buang dan berasal dari mana,” terangnya.

Ia menjelaskan, semua temuan di lapangan terkait e-KTP bukan berasal dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hal itu dapat dipastikan lantaran semua blangko yang tidak terpakai maupun KTP-el yang rusak atau invalid semua sudah dipotong pada bulan Mei 2017 yang lalu.

“Karena itu, kami sedang melakukan penyelidikan bersama teman-teman di Polri untuk mengetahui darimana sumber KTP-el yang dibuang ini,” pungkasnya.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo siap bertanggungjawab jika ada pemilih ganda dalam temuan ribuan keping blanko e-KTP tersebut.

Bahkan, ia menegaskan siap dipecat dari jabatannya jika memang temuan e-KTP terbukti melahirkan pemilih ganda di Pemilu 2019.

Tjahjo menyatakan, ribuan e-KTP yang ditemukan di dalam karung beras itu sudah tidak lagi datanya.

Demikian disampaikan Tjahjo di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12/2018).

“Dijamin enggak akan ada (data pemilih ganda). Saya tanggung jawab, saya siap dipecat kalau ada satu nama pun, satu data pun yang tercecer menggangu konsolidasi ini,” kata Tjahjo

Tajhjo memastikan, meski sudah beberapa kali ditemukannya e-KTP yang dibuang di sembarang tempat. Dia memastikan tidak ada daftar pemilih tetap ganda.

“Tidak akan mungkin, karena DPT itu fix by name by adress, terdata dengan rapih. Kalau toh ada yang tidak terdata mungkin dia punya KTP ganda,” ucapnya.

Politikus PDIP ini menyebut, dibuangnya e-KTP kadarluasa itu dilakukan oleh oknum yang diduga orang dalam Kemendagri.

Saat ini, pihaknya bersaa kepolisian tengah berupaya mencari siapa pelaku dan motifnya membuang data identitas warga tersebut.

“Sekarang sedang diusut oleh polisi, ini cetakan 201. Kok dibuang sekarang, motifnya apa dibuang sekarang,”

“Pastinya ini ada alasannya, apa dia di perintah atau mengganggu isu ini, kita serahkan ke polisi,” pungkasnya.


SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: