
NUSANEWS - Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Tony Surya Putra sempat berjanji untuk menangkap para pelaku pengeroyok perwira TNI oleh tukang parkir. Janji itu disampaikan Tony Surya di depan ratusan massa di Polsek Ciracas, Selasa malam (11/12/2018).
“Konsekuensinya kalau dalam dua hari gak ketangkap, rekan-rekan mau melakukan upaya penangkapan, tetapi tetap kembalikan itu kepada proses hukum,” ucap Tony di depan massa.
“Tapi saya yakin dalam dua hari akan ketangkap. Saya Kapolres Jakarta Timur menyampaikan kepada rekan-rekan, dalam jangka waktu dua hari, insya Allah akan ketangkap semua,” tandas Tony.
Namun sebagian massa menyebut waktu dua hari terlalu lama. Mereka pun meminta agar turun tangan mencari pelaku yang mengeroyok perwira TNI.
“Kelamaan pak. Kalau memang gak mampu, serahkan ke kita pak,” ucap seorang pria yang disambut dengan kata ‘betul’ oleh rekan-rekannya.
Seorang pria berkumis lantas mencoba menengahi. Pria yang mengaku sebagai Kapten Joko itu meminta agar rekan-rekannya bersabar.
“Yang bikin laporan saya. Saya bertanggung jawab. Jadi, tolong bantu saya juga. Jangan sampe setelah kejadian begini, akhirnya lari sendiri-sendiri, pengecut itu namanya,” ucapnya, seperti dalam video yang diunggah akun Arni Lanjalan.
“Kita hadapi bersama-sama, saya yang ketua. Oke ya, sekarang baris. Kalau memang mau nunggu kapolres, ya tunggu, tertib tapi,” tandasnya.
Insiden di Polsek Ciracas menyebabkan 4 anggota Polri mengalami luka-luka akibat dipukuli massa, temasuk Kapolsek Ciracas, Kompol Agus Widartono.
Pemukulan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, Kapolrestro Jaktim bersama Danrem, Dandim Jaktim serta Dan Den Pom Jaya berusaha untuk menenangkan dan membubarkan massa. Namun massa masih tetap marah karena ingin menjemput pelaku yang sudah diamankan oleh Polsek Ciracas.
“Massa memaksa masuk ke parkiran polsek dan dihadang oleh Kapolsek Ciracas. Namun kapolsek malah dikeroyok oleh masa hingga pingsan,” ucap sumber dari kepolisian Polda Metro Jaya.
Pihak TNI AL masih menyelidiki kejadian di Polsek Ciracas yang diduga melibatkan anggotanya. Namun pihak TNI AL belum bisa berkata banyak.
“Soal pembakaran Polsek Ciracas, kita sedang melakukan pendalaman informasinya,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Kolonel Laut (P) Mohamad Zaenal saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (12/12).
Menurut dia, pihaknya juga masih mendalami soal kasus sebelum perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas yang diduga masih ada kaitannya. Dia mengatakan juga masih mendalami soal duduk pernasalahan kasus itu. “Ini juga kita dalami dulu,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Polsek Ciracas, Jakarta Timur diserang ratusan massa. Bahkan, delapan motor yang terparkir di halaman gedung dibakar dan 20 mobil dirusak.
“Lihat ada beberapa mobil yang jadi korban baik mobil polisi ataupun Puspom Kodam yang dirusak,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz di lokasi, Rabu (12/12) dini hari.
Tidak diketahui dari mana massa tersebut berasal. Namun diprediksi jumlahnya 200 orang yang meringsek masuk untuk mengecek apakah benar tahanan yang memukul rekan mereka sudah ditahan.
Diduga insiden ini terkait pemukulan perwira TNI oleh beberapa tukang parkir di depan pertokoan Arundina Cibubur, Jakarta Timur, Senin (10/12) lalu. Kasus tersebut ditangani Polsek Ciracas.
“Kemungkinan analisisinya ke sana tapi saya beri waktu untuk teman-teman krimum dan kapolres bekerja, kalau ada perkembangan yang sudah didapat saya sampaikan,” kata Idham.
Berikut videoKapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Tony Surya Putra berjanji akan menangkap pelaku pengeroyok perwira TNI dalam waktu dua hari:
SUMBER

