logo
×

Selasa, 30 April 2019

Mahfud, Kau Jahat!

Mahfud, Kau Jahat!

Memanfaatkan jabatan dan privilege yang seharusnya kau gunakan untuk kebaikan bangsa, kau koyak kesatuan bangsa dengan melekatkan tuduhan penganut garis keras kepada kami. Hanya karena kami memenangkan 02 di propinsi kami. Sungguh jahat dan tidak terpuji apa yang keluar dari mulut seorang anggota BPIP yang seharusnya selalu berusaha merekat persatuan anak bangsa sebagai pengejawantahan nilai-nilai Pancasila.

Tetapi yang lebih jahat lagi adalah saranmu agar Jokowi melakukan rekonsiliasi terhadap propinsi-propinsi itu!

Mahfud, kau pasti sadar betul implikasi dari saranmu itu terhadap kondisi psikologi bangsa saat ini yang tengah berdebar-debar menunggu hasil Pilpres. Kau menyalahgunakan posisimu sebagai mantan ketua MK dan pakar hukum dengan mempengaruhi kondisi kejiwaan masyarakat agar secara tidak sadar menerima kemenangan Jokowi pada Pilpres ini!

Kau lakukan itu dengan sengaja, Mahfud. Entah keuntungan apa yang akan kau dapat, tapi kau terlalu pintar untuk tidak mengetahui efek psikologi ujaranmu itu terhadap masyarakat luas. Akibat ucapanmu itu, banyak relawan 02 yang patah semangat dan tidak sadar sepertinya sudah menerima kenyataan akan kekalahan.

Mahfud, mustahil kau tak tahu kalau hitungan real count KPU masih berkisar 50%. Mustahil kau tidak tahu kalau data-data yang masuk sejauh ini adalah dari kantong-kantong ‘garis nggak jelas’ yang memenangkan 01.

Mahfud, di mana integritasmu sebagai pakar hukum? Mustahil kau tidak tahu kecurangan-kecurangan atau salah input yang masih terjadi sampai detik ini.

Okelah kalau memang integritasmu sudah tergadai entah dengan harga seberapa. Tapi jangan coba-coba mempengaruhi kami untuk berpangku tangan, menulikan telinga dan membutakan mata atas segala kezhaliman yang berlangsung. Mungkin bagimu ini hanyalah sekedar taruhan kekuasaan dan imbalan materi, tapi bagi kami yang kami pertaruhkan adalah kedaulatan bangsa dan aqidah umat.

Kami tidak akan tinggal diam, Mahfud. Kami akan terus melawan segala bentuk kecurangan, ketidak-adilan dan permainan kotor kalian.

*Penulis: Muhammed Edwars (Warga asli Padang Panjang)

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: