logo

07/08/19

Didik J. Rachbini: Menjamurnya Unicorn Ancaman Bagi Ketahanan Nasional

Didik J. Rachbini: Menjamurnya Unicorn Ancaman Bagi Ketahanan Nasional

DEMOKRASI - Para pelaku usaha yang memanfaatkan perkembangan teknologi berbasis digital atau sering disebut bisnis online (e-commers) terus mengalami peningkatan yang signifikan. Di balik prospek perkembangannya yang luar biasa itu, ternyata masih ditemukan sejumlah dampak yang berpotensi mengancam pasar dalam negeri.

Terkait hal itu, tidak heran apabila menjamurnya e-commers di Indonesia yang hampir sebagian besar kepemilikan sahamnya didominasi oleh pihak asing.

Begitu kata Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, Didik J. Rachbini dalam acara dialog publik bertajuk "Dampak Operasional dan Kepemilikan Saham E-Commerce terhadap Ketahanan Ekonomi Nasional", di Gedung Menara Kadin Indonesia, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (7/8).

"Kesimpulannya, investasi itu pada dasarnya inflow memasukan modal, memperkuat rupiah, dan memperkuat ketahanan. Tapi sebaliknya, ada dampak keluar, itu harus dihitung," kata Didik.

Pakar ekonomi ini mengatakan, pihaknya mencatat sejumlah e-commers yang menjamur di Indonesia, sebagian besar kepemilikan saham hingga produk-produk yang dipasarkan hasil impor. Hal itu, kata Didik, sedikit banyaknya dapat mengancam pasar dalam negeri.

"Jadi, yang sekarang ini investasinya itu mengekspolitasi pasar dalam negeri semua. Hampir 93 persen e-commers itu mengimpor semua," ungkap Didik.

Atas dasar itu, profesor jebolan Central Luzon State University Filipina itu meminta Lembaga Strategi Ketahanan Ekonomi (LSKE) Kadin Indonesia agar mengkaji secara lebih serius menyikapi dampak dari e-commers yang mengancam ketahanan nasional. Semestinya kehadiran e-commers atau unicorn dapat menjaga stabilitas pasar dalam negeri.

"Ini perlu ditata dan diatur strateginya (oleh LSKE). Harusnya dibalik, jadi ekspor gitu ya (bukan impor)," pungkas Didik.

Hadir sejumlah nasumber dalam acara tersebut diantaranya; Ketua Lembaga Inovasi Teknologi Start Up Kadin Indonesia, Patrick Walujo; Ketua Lembaga Strategi Ketahanan Ekonomi (LSKE) Kadin Indonesia, Bayu Prawira; Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (IDEA), Ignatius Untung S; Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal (PIPM) BKPM, Farah R Indriani; serta dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan para pelaku usaha start up.

SUMBER

Komentar Pembaca

loading...