logo
×

Senin, 07 Oktober 2019

Tak Mau Disamakan dengan Buzzer, Rocky Gerung Jelaskan Bedanya

Tak Mau Disamakan dengan Buzzer, Rocky Gerung Jelaskan Bedanya

DEMOKRASI.CO.ID - Pengamat politik Rocky Gerung buka suara soal kasus penyebaran berita bohong atau hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Penjelasan itu ia sampaikan ketika berhadapan dengan para panelis di gelar wicara QnA dengan tema "Dicari Warganet", yang ditayangkan Metro TV, Minggu (7/10/2019) malam.

Awalnya, salah satu panelis, Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso, mengajukan pertanyaan pada Rocky Gerung tentang sumber informasi.

"Sebut saja dalam kasus Ratna Sarumpaet. Bagaimana mengukur sebuah informasi diverifikasi dan kemudian disebarluaskan?" tanya Budi.

"Saya terangkan sejernih-jernihnya supaya publik mengerti kedudukan itu," jawab Rocky Gerung.

Ia mengatakan, saat mendapat kiriman foto muka lebam Ratna Sarumpaet, dirinya sedang berada di luar negeri.

"Masuklah ke saya gambar-gambar itu, tetapi bukan saya buka, karena saya ada di atas Gunung Elbrus waktu itu," jelasnya.

Dirinya lalu mengaku kepada polisi bahwa foto-foto tersebut ia terima, tetapi dirinya tak ikut menyebarkan.

"Waktu dipersoalkan di Polri, Polri bilang, 'Anda terima?' Memang saya terima. 'Berarti Anda ikut menyebarkan?' Bukan, saya terima, tapi tidak saya buka. Kenapa? Saya ganti SIM card Rusia, dan di Rusia itu sangat terbatas," kata Rocky Gerung.

"Saya masuk ke Indonesia, saya buka, baru dia masuk gambar-gambar itu, jadi bukan saya nyebarin," sambungnya.

Rocky Gerung lantas tak terima jika dibilang ikut menyebarkan hoaks meskipun di Twitter sempat berkomentar, "Kenapa mesti pakai tinju ya?"

Apalagi, ia menambahkan, Ratna Sarumpaet adalah sahabatnya, sehingga ia tak meragukan apa yang dikatakan Ratna Sarumpaet.

"Ratna itu teman baik saya, teman. Masak saya curigai teman baik? Kalau begitu, kenapa enggak visum et repertum? Ngapain saya minta hakim buat visum untuk sesuatu yang saya anggap, oke, kalau dia berbohong, problem moral dia berbohong itu, enggak ada urusan dengan saya," ungkap Rocky Gerung.

Budi rupanya tak puas dengan jawaban Rocky Gerung. Kemudian ia meminta Rocky Gerung menjelaskan perbedaan antara dirinya dengan para buzzer yang kerap ia kritik di Twitter.

"Saya memverifikasi sesuatu yang tidak bersifat persahabatan. Kalau sahabat, you enggak perlu verifikasi. Kalau dia bohong, berarti bukan sahabat artinya," jelas Rocky Gerung.

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi lalu menimpali. Ia menegaskan, kasus hoaks Ratna Sarumpaet bukan sekadar soal persahabatannya dengan Rocky Gerung, tetapi peristiwa politik yang diketahui publik.

"Seperti yang Anda katakan tadi bahwa soal publik itu harus dengan rasional," ujar Eko.

"Kapan itu jadi soal publik? Ketika Ratna mengaku bahwa dia berbohong," balas Rocky Gerung.

Alumnus Ilmu Filsafat Universitas Indonesia (UI) itu lalu menepis pernyataan Eko bahwa dirinya tahu, foto-foto Ratna Sarumpaet akan menjadi isu publik.

"Siapa yang tahu? Saya ada di atas gunung, saya enggak tahu itu, saya cuma... bagaimana you?" tutur Rocky Gerung, sebelum topik soal kasus hoaks Ratna Sarumpaet ditutup. [sur]
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: