logo

11/10/19

Viral! VIDEO Batu-batu Raksasa Hancurkan Rumah di Purwakarta dan Buat Warga Histeris, Ini Pelakunya

Viral! VIDEO Batu-batu Raksasa Hancurkan Rumah di Purwakarta dan Buat Warga Histeris, Ini Pelakunya

DEMOKRASI.CO.ID - Video yang menunjukkan batu besar seberat 200 ton menimpa rumah warga hingga hancur di Purwakarta, Jawa Barat viral di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak batu besar yang merusak rumah serta pohon akibat tindakan ceroboh dari perusahaan tambang.

Dilansir TribunWow.com, video tersebut diunggah akun Instagram @mountainesia, Rabu (9/10/2019).



Dalam video tersebut tampak bebatuan yang sudah berserakan di jalanan.

Terlihat pepohonan tumbang akibat jatuhnya batu-batu tersebut.

Batu-batu besar juga terlihat sudah menimpa beberapa rumah hingga hancur.

Bahkan jalanan aspal yang tertimpa batu juga retak hingga pecah.

Terdengar suara warga di kerumunan yang mencari anggota keluarganya.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (10/10/2019), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi peristiwa itu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyebut lokasi kejadian berada di Kampung Cihandeleum RT 09/05, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat.

BNPV menjelaskan batu besar yang menimpa rumah itu beratnya 200 ton.

"Pada hari Selasa tanggal 8 Oktober 2019 pada pukul 13.00 WIB telah terjadi batu ledak dengan tonase 200 ton," jelas Agus saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/10/2019).

Peristiwa itu terjadi lantaran sebuah perusahaan tambang yang beroperasi tak jauh dari pemukiman warga melakukan peledakan batu pada Selasa (8/10/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.

Batu-batuan langsung terlempar dan menimpa rumah warga yang ada di sekitar pertambangan.

Dari keterangan warga yang dihimpun BNPB, batu jatuh dari ketinggian sekitar 500 meter ke arah rumah warga yang berlokasi di kaki gunung.

Meski peristiwa ini tak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 460 juta.

BNPB mencatat setidaknya ada 6 rumah dan satu sekolah MI yang rusak.

Masyarakat pun menuntut ganti rugi dan meminta perusahaan tambang itu ditutup karena membahayakan warga.

"Masyarakat marah dan berbondong-bondong mendatangi pihak perusahaan untuk meminta pertanggungjawaban," ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan ada kurang lebih 10 batu besar yang jatuh.

Data kepolisian mencatat ada 7 rumah yang mengalami kerusakan.

"Terdapat lebih kurang 7 rumah rusak akibat jatuhnya batu-batu tersebut," ungkap Dedi saat dihubungi, Kamis.

Dedi menyebut warga dan pihak perusahaan melakukan proses mediasi yang difasilitasi oleh Kapolres Purwakarta AKBP Matrius.

Perusahaan mengaku siap mengganti kerugian kepada warga yang rumahnya rusak.

"Dengan permufakatan bahwa perusahaan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan siap mengganti kerugian rumah-rumah yang rusak," tuturnya,

Pihak inspektur pertambangan akan segera melakukan pengecekan bukit tambang agar tak terjadi peristiwa serupa.

Polres Purwakarta juga melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk penegakan hukum atas kejadian ini. [tn]

Komentar Pembaca

loading...