logo
×

Rabu, 12 Februari 2020

Rizal Ramli: Indonesia Sulit Maju Gegara Visi Perusahaan Cuma Jadi Alat Politik

Rizal Ramli: Indonesia Sulit Maju Gegara Visi Perusahaan Cuma Jadi Alat Politik

DEMOKRASI.CO.ID - Harus diakui, Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam. Namun, puluhan tahun menjadi negara merdeka, Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain. Termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Dalam pandangan ekonom senior Dr Rizal Ramli, Indonesia memiliki banyak perusahaan besar dengan visi yang bagus. Sayang, banyak yang tidak sinkron antara visi dengan strategi. Tak heran jika banyak perusahaan Indonesia yang bermasalah.

Salah satu faktornya adalah karena visi perusahaan tak lebih dari sekadar alat kampanye. Alat untuk mencari dukungan politik.

"Visinya bagus-bagus, tapi hanya jadi alat kampanye, alat pendukung politik. Akibatnya, strategi nggak nyambung untuk mencapai misi. Penunjukkan personalia pun hanya thank you note kepada yang nyumbang," beber Rizal Ramli di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa malam (11/2).

Padahal, lanjut pria yang karib disapa RR, untuk membuat sebuah perusahaan meraup untung relatif tak terlalu susah. Cukup menjalankan dengan konsisten visi, strategi, dan implementasi.

"Sebetulnya ilmunya nggak sulit-sulit banget. Punya visi yang clear, strategi yang jelas, dan cari orang yang bisa execute," imbuh mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini.

"Sistem kita, mohon maaf, visi hanya alat kampanye saja untuk nyenengin orang agar milih kita. Strategi yang dibuat jadi nggak nyambung. Misalnya visinya agar ada kedaulatan pangan, supaya kurangi impor. Tapi strateginya malah impor jorjoran," ucap RR.

Tak hanya itu, orang-orang yang ditunjuk untuk menangani perusahaan pun sudah 'pilihan'. Mereka yang dipilih adalah yang memang bisa bekerja untuk mendapat rente.

"Sistem kita tidak mencari yang terbaik untuk tugas apa pun. Selama Indonesia kayak begini, kita susah untuk jadi the best," tegasnya.(rmol)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: