Tengku: Buat Apa Bangun Terowongan Istiqlal-Katedral Puluhan Miliar? Jaraknya Cuma Sepelemparan Batu
logo

Tengku: Buat Apa Bangun Terowongan Istiqlal-Katedral Puluhan Miliar? Jaraknya Cuma Sepelemparan Batu

Tengku: Buat Apa Bangun Terowongan Istiqlal-Katedral Puluhan Miliar? Jaraknya Cuma Sepelemparan Batu

DEMOKRASI.CO.ID - Rencana pembangunan terowongan dari Masjid Istiqlal ke Gereja Katedral di Jakarta Pusat dipertanyakan manfaatnya oleh Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain. Menurut dia untuk mengoneksikan kedua tempat ibadah tidak perlu membangun terowongan dengan nilai miliaran rupiah.

"DPR dukung pembangunan terowongan Istiqlal-Katedral... Apa gunanya? Jaraknya cuma sepelemparan batu. Jalan kaki di permukaan tanah saja tidak dilarang jika mau. Dibangun puluhan miliar rupiah, buat apa?" kata Tengku melalui akun Twitter.

Menurut Tengku masih banyak pekerjaan yang perlu dibangun untuk mendongkrak ekonomi.

Tengku juga mengatakan ibadah merupakan urusan masing-masing agama.

"Kini pak @jokowi mau mencoba connecting rumah ibadah Katolik dengan rumah ibadah Islam. Biar apa...? Ibadah itu masing-masing..." kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan terowongan bawah tanah dari Masjid Istiqlal ke Gereja Katedral untuk mempermudah silaturahim antarumat beragama.

"Ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi. Jadi tidak kelihatan berseberangan, tapi silaturahmi," kata Jokowi saat meninjau proses renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat pagi.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan itu adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Fachrul Razi dan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

"Tadi ada usulan dibuat terowongan dari Masjid Istiqlal ke Katedral. Tadi sudah saya setujui sekalian, sehingga ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi. Terowongan bawah tanah. Sehingga tidak menyeberang," tambah Jokowi.

Terkait proses renovasi Masjid Istiqlal yang dimulai sejak Mei 2019, Jokowi mengharapkan seluruh proses renovasi dapat selesai sebelum Ramadan 2020 agar masjid terbesar di Asia Tenggara, dengan desain dan konstruksi yang baru, dapat dimanfaatkan umat muslim untuk salat tarawih berjamaah.

Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk merenovasi Masjid Istiqlal adalah Rp475 miliar. Pemerintah, melalui Kementerian PUPR merenovasi bagian-bagian Istiqlal seperti desain eksterior, interior, lahan parkir, kondisi lantai, termasuk perbaikan kondisi sungai yang melintasi kawasan Istiqlal.

Selain itu, kata Jokowi, fasilitas di dalam masjid juga diperbaiki seperti peningkatan kualitas tata suara, cahaya, dan udara. Hal itu diharapkan dapat memberikan kenyamanan saat beribadah.

"Anggaran itu dipakai untuk memperbaiki, memoles lantai, mengganti karpet, pencahayaan, tata suara, semuanya. Menambah basement yang di depan, parkirnya ditambah. Juga pembangunan 'landscape' di luar, bukan hanya interior, eskterior semuanya dibangun," ujar Jokowi. (*)
loading...