
DEMOKRASI.CO.ID - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Permohonan maaf itu disampaikan secara langsung oleh Menkes Terawan melalui surat resmi yang dikirim ke DPP PPNI hari ini, Kamis (19/3).
Dalam salinan surat yang diterima Kantor Berita Politik RMOL yang dibagikan Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadilah tersebut berlogo resmi dari Menkes dengan nomor surat UM.01.05/Menkes/207/2020 tertanggal 19 Maret 2020 itu ditandatangani langsung oleh Menkes Terawan.
Surat tersebut berisi permohonan maaf kepada PPNI atas surat keberatan atas pernyataan Direktur Jenderal (Dirjen) P2P Kemenkes yang dikirim oleh DPP PPNI kepada Menkes yang juga ditembuskan ke Presiden.
"Bersama ini saya selalu Menteri Kesehatan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kalimat yang terucap oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan pada sebuah video yang diunggah di channel Youtube Deddy Corbuzier tertanggal 17 Maret 2020 berjudul "Saya Emosi!! Ternyata Benar RS Menolak Pasien Corona!"," ucap Menkes Terawan dalam surat permohonan maafnya.
Menanggapi surat permohonan maaf itu, Harif Fadilah mengapresiasi terhadap Menkes Terawan yang sudah memberikan pengertian atas keberatan yang dirasakan oleh perawat di Indonesia.
"Pasti (Ahmad Yurianto) sudah ditegur, karena kita tembuskan ke Presiden dan disampaikan ke Jubir Presiden serta anggota KSP. Yang penting sudah ada pengertian," kata Harif Fadilah kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu.
Diberitakan sebelumnya, DPP PPNI menuntut permintaan maaf secara terbuka dari Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Ahmad Yurianto.
Desakan itu merupakan respon setelah Yurianto menyampaikan perkataan yang dinilai melukai profesi keperawatan.
Dalam surat tersebut, PPNI menyayangkan pernyataan Ahmad Yurianto saat menjadi narasumber di akun YouTube Dedy Corbuzier yang menyebut bahwa rumah sakit sebagai ladang bisnis semacam hotel yang room boy-nya perawat. [rmol]

