logo
×

Rabu, 18 Maret 2020

Geram TKA Masuk Kendari, Said Didu: Darah Bapak sebagai Perintis Kemerdekaan yang Mengalir ke Tubuh Saya Serasa Mendidih

Geram TKA Masuk Kendari, Said Didu: Darah Bapak sebagai Perintis Kemerdekaan yang Mengalir ke Tubuh Saya Serasa Mendidih

DEMOKRASI.CO.ID - Di tengah kesibukan para medis untuk menyembuhkan seratusan pasien positif virus corona, Indonesia kembali digegerkan dengan masuknya puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang mendarat di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Setidaknya, sebanyak 49 WNA asal China 'terciduk' mendarat di bandara tersebut. Padahal, pemerintah sendiri mengklaim masih melarang WNA masuk ke Indonesia usai adanya warga positif virus corona yang berasal dari Wuhan, China.

Masuknya 49 TKA asal China tersebut diketahui mencuat ke publik usai salah seorang sopir taksi merekam kedatangan mereka di bandara. Video berdurasi 58 detik tersebut kemudian viral dan tersebar di sosial media.

Sontak, kedatangan para TKA di tengah darurat virus corona di Indonesia membuat sejumlah pihak geram. Tak terkecuali mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu.

"Setiap melihat video dan baca berita kedatangan TKA, terutama yang ilegal, darah Bapak saya sebagai perintis kemerdekaan yang mengalir dalam tubuh saya serasa mendidih," kata Said Didu dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (18/3).

"Maafkan jika saya emosi melihat semua kenyataan ini," tegasnya.

Masuknya 49 TKA asal China ini makin menjadi polemik lantaran adanya perbedaan keterangan antara kepolisian dan pihak kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Awalnya, Kapolda Sultra, Brigjen Merdisyam menyebut 49 TKA tersebut datang dari Jakarta untuk mengurus visa perpanjangan.

Namun hal ini terbantahkan oleh keterangan Kemenkumham. Para pekerja dari China itu merupakan TKA baru yang berasal dari Provinsi Henan untuk bekerja di Sulawesi Tenggara. Mereka sempat transit di Thailand sebelum tiba di Indonesia. (rm)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: