Notification

×

Iklan

Iklan

Pandemi Corona Bantu Lengserkan Pemerintahan Kosovo

Kamis, 26 Maret 2020 | 21:04 WIB Last Updated 2020-03-26T14:04:44Z

DEMOKRASI.CO.ID - Pemerintahan Kosovo lengser setelah mayoritas parlemen mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Perdana Menteri Albin Kurti. Pemungutan suara dilakukan oleh Partai Liga Demokratik (LDK), mitra koalisi junior, yang marah dengan penangangan pemerintahan Kurti terhadap wabah Virus Corona (COVID-19).

LDK berselisih dengan Kurti selama beberapa minggu, tetapi gesekan terakhir terjadi ketika Kurti memecat Agim Veliu, seorang menteri dari LDK. Veliu mendukung seruan Presiden Hashim Thaci untuk memberlakukan status darurat Virus Corona, tetapi Kurti bersikeras bahwa tindakan seperti itu tidak dibenarkan.

Runtuhnya pemerintahan Kurti hanya berselang 2 bulan sejak pelantikan. Tidak jelas bagaimana kebuntuan politik akan diselesaikan karena pemilu tidak dapat diadakan karena pandemi.

Melansir BBC, dikatakan bahwa krisis politik telah memicu kemarahan masyarakat yang menginginkan para elite untuk fokus pada penanganan corona, bukan berebut kekuasaan.

Dengan dilarangnya aksi unjuk rasa karena lockdown, warga di ibu kota Pristina menggelar protes dengan memukulkan panci dan wajan dari balkon mereka untuk melampiaskan rasa frustrasi mereka atas kisruh politik Kosovo.

Seorang pengunjuk rasa yang berhasil menghindari keamanan di luar parlemen pada hari Rabu (25/3) mengangkat spanduk di pintu masuk yang bertuliskan: "Pandemi paling berbahaya di Kosovo adalah politik. Memalukan!"

Diprediksi bahwa Partai Kurti nantinya akan mencoba membentuk pemerintahan baru.

Para dokter telah memperingatkan bahwa tanpa arah yang jelas, penyakit ini dapat membanjiri sistem kesehatan Kosovo yang kurang dana. Negara Balkan ini mencatatkan setidaknya 70 kasus dan 1 kematian akibat corona.[]
loading...