logo
×

Selasa, 07 April 2020

Pilu Tenaga Medis COVID-19, Serumah tapi Cium-Peluk Anak Via Video Call

Pilu Tenaga Medis COVID-19, Serumah tapi Cium-Peluk Anak Via Video Call

DEMOKRASI.CO.ID - Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam upaya melawan penularan virus Corona (COVID-19). Mereka bekerja keras seharian menangani pasien di rumah sakit (RS) agar bisa sembuh.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra), dr La Ode Rabiul Awal, menuturkan sejumlah kisah pilu yang didengarnya langsung dari tenaga kesehatan. Dia mengatakan perjuangan tim dokter dan tenaga kesehatan tak dapat dibayar dengan apa pun. Hal yang paling memilukan adalah ketika garda terdepan ini juga harus rela untuk tidak mencium dan memeluk anaknya.

Beberapa teman dokter dan nakes (tenaga kesehatan) harus buka pakaian di luar rumah, mandi di luar rumah. Dalam rumah menjalankan physical distancing dengan keluarga dan anak-anak. Tidur kamar sendiri, terpisah dengan anak-anaknya," beber La Ode kepada detikcom, Selasa (7/4/2020).

"Khawatir peluk dan cium anak, sehingga untuk peluk-cium hanya via video call, padahal dalam rumah yang sama," sambungnya.

Dikatakannya, jika hal tersebut merupakan pengalaman langsung dari sejumlah tim dokter dan tenaga kesehatan di Sultra. "Ini cerita teman-teman ya, saya sendiri secara keilmuan bukan bidang yang merawat langsung COVID-19, cerita itu saya dapat dari teman sejawat yang merawat pasien COVID dan suspect COVID," tuturnya.

Tidak hanya itu, bahkan untuk melakukan hubungan suami-istri pun, para tenaga medis memilih menahan diri terlebih dahulu. Sikap itu diambil meski tiap bekerja menangani pasien selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) yang berlapis-lapis.

"Walau sudah pakai APD (saat merawat pasien), kekhawatiran tetap ada. Bahkan termasuk hubungan suami-istri pun terpaksa dihindari dulu. Ada yang begitu," ujarnya.

Dikatakannya, hal itu wajar karena saat ini seluruh elemen sedang melawan musuh yang tak terlihat. Meskipun demikian, tim dokter dan tenaga kesehatan tetap berusaha untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

"Hampir semua dokter dan nakes (tenaga kesehatan) pada umumnya siap dan ikhlas, sebagai tanggung jawab profesi luhur," imbuhnya.(dtk)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: