logo
×

Kamis, 16 April 2020

Tak Sekadar Cashback, Pemerintah Dituntut Turunkan Harga BBM Agar Rakyat Tak Susah

Tak Sekadar Cashback, Pemerintah Dituntut Turunkan Harga BBM Agar Rakyat Tak Susah

DEMOKRASI.CO.ID - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik Premium, Pertalite, maupun Pertamax harus segera dilakukan pemerintah merujuk penurunan harga minyak mentah dunia

Penyesuaian penurunan harga penting untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemik virus corona baru atau Covid-19.

"Penurunan harga BBM bisa memberi pengaruh besar bagi masyarakat karena turunnya harga kebutuhan rumah tangga dan bahan pokok. Ini akan sangat membantu rakyat di tengah bencana Covid-19 ini," kata Ketua Bidang Energi DPP KNPI, Muhammad Chairul Basyar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/4).

Ia menyadari saat ini pemerintah dilema dengan pilihan menurunkan harga BBM. Sebab bila BBM sudah diturunkan, akan sulit untuk menaikkan kembali di kemudian hari di saat harga minyak dunia stabil.

Namun, kata dia, publik sudah paham harga minyak dunia akan stagnan bila mengacu kondisi saat ini di mana OPEC dan produsen minyak lain seperti di Russia dan Meksiko sepakat memangkas produksi 10% untuk menjaga harga.

"Tapi pasar sering melihat mereka kadang tidak disiplin. Ditambah permintaan global juga anjlok. BBM tidak akan naik signifikan. Vaksin corona hingga kini belum ditemukan, musim dingin nanti, bisa-bisa kasus melonjak lagi," tegasnya.

"Jadi, kalau negara mau adil ke rakyatnya ya harga BBM harus turun. Itu akan sangat menolong rumah sakit, para petani, nelayan, buruh dan lain-lain," sambung Chairul.

Di sisi lain, ia juga mengkritisi kebijakan Pertamina yang memberikan cashback setengah harga bagi pengemudi ojek online.

"Lalu harga BBM murah untuk rakyat kecil lain bagaimana? Untuk petani, buruh, pekerja informal, perawat rumah sakit, dan rakyat wong cilik lainnya?" pungkas Chairul. (Rmol)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: