logo
×

Minggu, 05 April 2020

Teori Konspirasi Corona: Disebabkan oleh Jaringan 5G, Dipercayai Selebriti

Teori Konspirasi Corona: Disebabkan oleh Jaringan 5G, Dipercayai Selebriti

DEMOKRASI.CO.ID - Sebuah teori konspirasi soal virus corona menyebar di Inggris. Orang-orang khawatir jika virus corona berhubungan langsung dengan teknologi 5G yang mereka gunakan saat ini.

Seperti yang diberitakan The Guardian, teori konspirasi yang tersebar ini diduga menjadi penyebab terbakarnya tiga tiang telepon seluler di Inggris.

Walikota Liverpool, Joe Anderson, mengungkap ia telah menerima ancaman berkaitan dengan teori liar yang telah beredar di sosial media.

Pada Jumat (3/4/2020) layanan darurat Inggris mendapat panggilan atas kerusakan menara telepon seluler 5G di Spencer Lane, Antree, dekat dengan jalan tol 57, Liverpool sekitar pukul 11 malam.

Anderson juga mengatakan bahwa dirinya kagum dengan teori konspirasi yang ia anggap aneh tersebut bisa menarik banyak orang di sosial media. Padahal semua saran ilmiah dan pemerintah telah menunjukkan teknologi 5G tersebut tidak membahayakan orang.

Sementara itu, otoritas regulator media di Inggris, Ofcom mengatakan pihknya tengah memantau media mana saja yang menyebarkan teori konspirasi ini. Meski begitu, teori ini telah tersebar luas di sosial media seperti WhatsApp, Facebook, Twitter, dan Nextdoor.

Sekretaris Kabinet Michael Gove mengatakan sat konferensi pers bahwa, "teori tersebut adalah omong kosong berbahaya".

Selain itu, Profesor Steve Powis, direktur medis nasional NHS England, mengutuk teori tersebut sebagai "jenis berita bohong terburuk".

"Saya benar-benar marah, benar-benar jijik, bahwa orang akan mengambil tinfakan terhadap infrastruktur yang kita butuhkan untuk menanggapi keadaan darurat kesehatan ini. ini mutlak benar-benar sampah," kata Powis.

Walikota Anderson mengatakan pada The Guardian bahwa orang-orang yang memercayai teori konspirasi ini justru mereka yang menggunakan teknologi 5G di ponsel mereka.

"Di Liverpool, tiang-tiang ini sedang di-upgrade dan ironisnya orang-orang yan menggunakan teknologi ini adalah mereka yang meyakini teori-teori ini. Saya sedikit terancam kemarin oleh seseorang yang menyuruh saya untuk menjatuhkan mereka," kata Anderson.

Seorang juru bicara untuk Departemen Digital, Budaya, Media, dan Olahraga, yang bertanggung jawb untuk keijakan telekomunikasi memperingatkan agar orang-orang berhentu erusak infrastruktur utama selama keadaan darurat nasional.

"Ini adalah teori yang tidak berdasar, sama sekali tidak ada bukti kredibel mengenai hubungan antara 5G dan virus corona. Ancaman atau kekerasan terhadap pekerja kunci atau perusakan tiang telepon seluler tidak akan ditoleransi," ujar juru bicara tersebut.

Sebelumnya, orang-orang menyebaran teori konspirasi ini soal hubungan antara 5G dengan virus corona.

Selebriti Anne-Marie turut membantu menyebarkan teori ini. Selain itu Amanda Holden, juri Britain's Got Talent, bahkan membagikan tautan berisi petsi yang mempromosikan desas-desus bahwa virus corona disebabkan oleh tiang 5G. Namunn, petisi tersebut kemudian dihapus setelah The Guardian menanyakannya.

Sementara itu, Facebook telah menghapus sebuah kelompok anti-5G yang berisi unggahan rekaman mereka yang menghancurkan infrastruktur ponsel.(*)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: