logo

Minggu, 17 Mei 2020

Penanganan Covid-19 Masih Sulit Dikendalikan, Gerindra Minta BIN Operasi Senyap

Penanganan Covid-19 Masih Sulit Dikendalikan, Gerindra Minta BIN Operasi Senyap

DEMOKRASI.CO.ID - Pandemik Covid-19 berpotensi menyebabkan kerusakan ekonomi, baik melalui guncangan fiskal jangka pendek maupun guncangan negatif jangka.

Setidaknya hal itu sudah mulai terasa, mengingat laju ekonomi Indonesia yang hanya tumbuh 2,9 persen di kuartal I 2020.

Begitu kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono menyikapi kondisi ekonomi yang mengancam Indonesia.

“Ini pun masih sangat lumayan hanya turun di kisaran 2,3 persen dari target pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebesar 5,2 persen,” sambungnya kepada redaksi, Minggu (17/5).

Pandemik Covid-19 juga menyebabkan perubahan perilaku sosial yang berdampak pada masyarakat.

Seperti keengganan yang ditimbulkan oleh rasa takut di tempat kerja, tempat beraktivitas sehari-hari dan tempat-tempat pertemuan publik lainnya.

“Ini juga merupakan penyebab utama guncangan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi selama pandemik,” sambungnya.

Tidak hanya itu, Arief Poyuono juga menyebut bahwa sejumlah langkah mitigasi pandemik Covid-19 seperti pemberlakuan PSBB di beberapa kota juga dapat menyebabkan gangguan sosial dan ekonomi yang signifikan.

Di negara-negara dengan institusi dan warisan ketidakstabilan politik yang lemah, pandemik dapat meningkatkan tekanan dan ketegangan politik.
Dalam konteks ini, langkah-langkah respons wabah seperti karantina, PSBB, lockdown telah memicu kekerasan dan ketegangan antara pemerintah dan warga.

“Untung saja pasca pilpres ketegangan politik antar kubu Prabowo Subianto dan kubu Joko Widodo bisa terjadi rekonsiliasi yang berujung pada berkoalisinya Prabowo dalam pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin,” ujarnya.

Publik Indonesia, menurut Arief Poyuono, harus berterima kasih atas kerja keras Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan yang telah berhasil menciptakan rekonsiliasi kedua tokoh tersebut.

Kepemimpinan Budi Gunawan, lanjutnya, kembali diuji dalam membantu Presiden Joko Widodo menciptakan suasana damai bagi perpolitikan, keamanan, dan ketertiban Indonesia.

Di mana dalam situasi pandemik ini, masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan Covid-19 agar aktivitas sosial perekonomian nasional tetap bisa berjalan dan berproduksi.

“Agar tidak terjadi peningkatan PHK di kalangan buruh, bangkrutnya sektor UKM dan dunia usaha,” lanjut ketua umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu itu.

Baginya, keadaan sosial, politik, ekonomi, keamanan, dan ketertiban masyarakat yang sangat stabil saat pemberlakuan PSBB tidak lepas dari peran BIN.

Gerakan operasi senyap untuk mendukung Presiden Joko Widodo di saat pandemik Covid-19 meski tidak terlihat tapi terasa manfaatnya.

“Sehingga kita harus optimis bahwa wabah Covid-19 di negara kita akan bisa cepat diselesaikan,” ujar Arief Poyuono.[psid]

Komentar Pembaca

loading...