Notification

×

Iklan

Iklan

GP Ansor Jatim soal Jokowi Marah: Reshuffle Menag Fachrul Razi

Senin, 29 Juni 2020 | 15:44 WIB Last Updated 2020-06-29T08:44:45Z


DEMOKRASI.CO.ID - Kabar reshuffle kabinet muncul di tengah pandemi corona. Asal mulanya adalah kemarahan Presiden Jokowi kepada menteri-menterinya yang dianggap tak maksimal menangani wabah corona. Jokowi mengaku tak segan mencopot menterinya jika kinerja mereka tak makin membaik. 

Pernyataan Presiden Jokowi ini direspons GP Ansor Jawa Timur. Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Syafiq Syauqi menyebut apa yang disampaikan Jokowi mewakili keprihatinan ratusan juta penduduk Indonesia.  

"Kami memaklumi dan respect dengan kepekaan Bapak Presiden, bahwa memang banyak sekali kinerja Kementerian yang lambat dan tidak mengerti skala prioritas kebijakan. Sehingga masyarakat belum merasakan akselerasi program pemerintah," ujar Syafiq Syauqi dalam keterangannya, Senin (29/6). 

Syafiq Syauqi menyebut yang patut dicopot dari jabatannya adalah Menag Fachrul Razi. Sebab, ia tidak mempunyai akselerasi program penanganan COVID-19 khususnya kepada pesantren dan madrasah.  

"Menag Fachrul Razi kami nilai tidak ada keberpihakan kepada Pesantren dan Madrasah dalam upaya bersama mencegah sebaran COVID-19 dan mengedukasi publik. Bahkan secara gamblang membiarkan sama sekali pesantren tanpa ada pendampingan dalam menghadapi new normal," lanjut dia. 

Mewakili jutaan kader GP Ansor di Jawa Timur, Syafiq Syauqi menyampaikan ketidakpuasan atas kinerja Fachrul razi dan mendesak Jokowi mengambil langkah extraordinary sesuai pidatonya dalam rapat kabinet.  

"Pertemuan kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo pada Kamis lalu adalah puncak kegelisahan para ulama dan kyai atas diamnya pemerintah pada nasib pesantren di era pandemi ini. Pesantren dibiarkan sendirian tanpa ada keberpihakan negara. Maka reshuffle menteri agama bukanlah aspirasi yang berlebihan" jelas pria yang akrab disapa Gus Syafiq itu.  

GP Ansor Jatim mencatat ada beberapa alasan lain mengapa Fachrul Razi pantas dicopot. Misalnya, sejak awal memimpin banyak kebijakan dan pernyataannya yang menuai kontroversi. Misalnya soal masalah cadar. 

"Kemudian seolah tidak mengerti orientasi tugasnya ketika dia berbicara tentang pemulangan kombatan eks ISIS  yang sebetulnya adalah ranah kewenangan BNPT dan Kementerian Luar Negeri," kata dia.  

Contoh lain, GP Ansor Jatim mengaku risih ketika Plt Dirjen Bimas Katolik diisi oleh orang muslim. Menurut Syafiq, hal ini sepele tapi Fachrul menunjukkan tidak paham perasaan kebangsaan dan tenggang rasa.  

"Visi besar pak Jokowi di periode kedua ini adalah peningkatan SDM di antaranya adalah pesantren. Menag Fachrul Rozi saya nilai gagal menjalankan visi besar itu dan layak untuk direshuffle" tutup dia. []
loading...