logo
×

Selasa, 16 Juni 2020

Inilah Surat Undangan Kesediaan Debat Melawan Rizal Ramli Untuk Luhut Pandjaitan

Inilah Surat Undangan Kesediaan Debat Melawan Rizal Ramli Untuk Luhut Pandjaitan

DEMOKRASI.CO.ID - Debat akbar antara Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama tim ekonomi Presiden Joko Widodo melawan ekonom senior DR. Rizal Ramli digarap serius oleh promotor, Don Adam Corporation.

Surat permohonan kesediaan berdebat bahkan telah dikirim langsung kepada Menko Luhut ke Kantor Kemenko Marves pada Senin (15/6).

Debat ini berawal dari tantangan Menko Luhut kepada para pengkritik kebijakan utang pemerintah. Mulanya, Rizal Ramli sebagai tokoh senior yang kerap mengkritik utang pemerintah enggan meladeni tantangan itu dengan pertimbangan kapabilitas penantang.

Namun setelah dibujuk oleh Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule dan aktivis ProDEM Adamsyah Wahab, yang kemudian jadi promotor debat, Rizal Ramli menyanggupi.

Dia memberi syarat kepada Adamsyah Wahab atau yang akrab disapa Don Adam untuk menggelar debat secara terbuka dan meminta agar Luhut Pandjaitan didampingi semua tim ekonomi Jokowi.

Tidak cukup sampai di situ, ada juga syarat kepada promotor agar ada konsekuensi dari debat. Jika kalah, Rizal Ramli siap untuk menghentikan kritik pada pemerintah. Sedang jika menang, Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu meminta kepada para tim ekonomi Jokowi untuk segera menanggalkan jabatan.

Dalam surat undangan yang dikirim ke Luhut, Don Adam mulanya bercerita mengenai perjuangan Mr. Tolson di tahun 1930-an dalam film berlatar belakang kisah nyata "The Great Debaters" saat efek Great Depression masih melanda Amerika. Dengan 4 anak didiknya, Mr Tolson mengguncang Amerika walau dalam perjalanannya dia dikriminalisasi karena dituduh komunis mengorganisir buruh dan petani.

Surat turut menceritakan mengenai perdebatan Yesus dengan para ahli Taurat. Surat ditutup dengan salah satu ajaran Mahatma Gandhi, Satyagraha atau 'Jalan Kebenaran’ yang turut diperjuangkan dalam debat ini

Berikut kutipan surat undangan debat tersebut:

Kepada Yth:

Bapak Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Maritim dan Investasi atau yang familiar disebut dengan LBP

Perihal: Undangan debat versus Rizal Ramli

Sebelumnya kami mengundang bapak untuk sejenak napak tilas pada perjuangan Mr. Tolson di tahun 1930-an dalam Film berlatar belakang kisah nyata "The Great Debaters" saat efek Great Depression masih melanda Amerika. Dengan 4 anak didiknya, Mr Tolson mengguncang Amerika walau dalam perjalanannya dia dikriminalisasi karena dituduh komunis mengorganisir buruh dan petani.

Seperti Yesus dengan 12 muridnya yang mewartakan kabar gembira (injil) tentang pembebasan dosa, maka bisa dikatakan Mr. Tolson dengan 4 anak didiknya mewartakan 'injil pembebasan' kaum negro dari penjara rasialisme.

Ada benang merah antara apa yang dilakukan Yesus dan Tolson agar "injil pembebasan" bisa menjangkau hati dan pikiran masyarakat yakni dengan berdebat secara terbuka. Tertulis dalam Alkitab bahwa Yesus memulai "karir" perdebatannya sejak remaja, saat itu beliau "dikeroyok" oleh ahli-ahli Taurat di Bait Allah.

Paling fenomenal Yesus 'dikeroyok' massa untuk memberikan argumen saat seorang wanita tertangkap basah sedang berzinah dan hendak dirajam sesuai hukum Taurat.

Sang wanita selamat dari ancaman kematian mengerikan setelah Yesus memenangkan debat secara terbuka. Kembali ke Mr. Tolson, beliau membentuk sebuah grup debat Willey College (beranggotakan 3 pria dan 1 wanita) yang menjuarai banyak ajang debat hingga di ujung alur berhadapan dengan grup debat dari Harvard yang dianggap sebagai simbol intelektualitas tertinggi di mana mereka menyodorkan argumen 'Satyagraha' yang membawa mereka pada kemenangan.

Satyagraha atau 'Jalan Kebenaran', salah satu ajaran mashyur Gandhi adalah tema penutup pada film tersebut sekaligus menjadi dalil pembuka dalam surat undangan ini. Tantangan bapak LBP kepada siapapun untuk berdebat tentang hutang negara kami terima atas nama 'Jalan Kebenaran', sesuatu yang diperjuangkan Yesus, Gandhi, serta Tolson. Tidak mungkin ada 2 'Jalan Kebenaran', maka rakyat bisa melihat langsung apakah Satyagraha pak LBP atau kami diwakili Rizal Ramli yang merupakan "Satyagraha" sesungguhnya.

Adapun acara debat akan dilangsungkan pada:

Waktu: Rabu, 24 Juni 2020,


Pukul: 14.00-17.00


Tempat : Gedung Dewan Pers, Jln Kebon Sirih no 32-34

Salam hormat kami,

Ilham Hasibuan
 (Head of Communication & Content).(rmol)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: