Notification

×

Iklan

Iklan

Jokowi Marah-marah, Menteri Lemot Disemprot: Saya Jengkelnya di Situ, Ini Apa Enggak Punya Perasaan?

Minggu, 28 Juni 2020 | 19:51 WIB Last Updated 2020-06-28T12:51:36Z

DEMOKRASI.CO.ID - Presiden Jokowi marah-marah dan menyemprot para menteri yang dianggapnya lemot dalam bekerja terkait penanganan Covid-19.

Hal itu terungkap dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Video itu sendiri merupakan Sidang Kabinet Paripurna Istana Negara pada 18 Juni 2020 lalu.

Jokowi menyatakan, tiga bulan terakhir adalah masa krisis yang diakibatkan wabah virus corona atau Covid-19.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan, semua yang hadir dalam sidang itu adalah seorang pimpinan yang memiliki tanggung jawab.

“Kita yang berada di sini bertanggung jawab pada 260 juta rakyat Indonesia,” ucap Presiden dengan nada yang berat.

Jokowi menekankan, bahwa sebagai seorang pimpinan, sudah seharusnya memiliki sense of crisis.

“Tolong digarisbawahi, dan perasaan itu tolong sama. Ada sense of crisis yang sama. Hati-hati,” sambungnya dengan nada yang mulai meninggi.

Orang nomor satu di Indonesia ini lantas menyampaikan pemaparan Organisation for Economic Co-operation and Development beberapa waktu lalu.

Dalam pemaparan itu, disebutkan bahwa perekonomian dunia terkontraksi minus 6 hingga 7,6 persen.

Bahkan, hal yang sama juga disampaikan Bank Dunia dengan menyebut sudah minus 5 persen.

Sayangnya, mantan Wali Kota Solo ini menilai masih ada menteri yang bersikap biasa-biasa saja.

Ironisnya, bahkan sampai tidak ada tindakan luar biasa untuk mengantisipasi atau menangani krisis dimaksud.

“Jangan biasa-biasa saja, jangan linier. Jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali,”  tegasnya lagi dengan nada makin meninggi.

Bahkan, Jokowi seperti tak bisa lagi menyembunyikan kejengkelannya lagi.

Hal itu terkait sikap anggota kabinet yang seperti tak memiliki perasaan dengan kondisi yang melanda Indonesia saat ini.

“Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan,” tekan Jokowi.

Jokowi juga menyinggung bahwa kondisi saat ini bisa dikategorikan sebagai keadaan luar biasa.

Karena itu, untuk menanganinya, juga semestinya diambil tindakan luar biasa pula.

Bahkan, suami Iriana ini seperti menekankan tidak ingin mendengar alasan terhambat aturan.

“Saya harus ngomong apa adanya. Enggak ada progress. Signifikan enggak ada,” ujarnya.

Untuk menangani krisis ini, dirinya menyatakan tak keberatan mengeluarkan Perppu atau Perpres sebagai dasar atas upaya penanggulangan Covid-19.

Begitu pula para menteri yang semestinya tak sungkan mengeluarkan peraturan menteri untuk memudahkan pengambilan kebijakan yang sifatnya luar biasa.

“Kalau minta perppu, saya buatin lagi perppu. Asalkan untuk rakyat, untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya,” kata Jokowi.

(ruh/pojoksatu)
loading...