Notification

×

Iklan

Iklan

PDIP-PSI Malah Melejit, Gerindra Gak Berubah, Nasdem-Demokrat-PKS-PAN Malah Anjlok

Senin, 29 Juni 2020 | 06:35 WIB Last Updated 2020-06-28T23:35:17Z

DEMOKRASI.CO.ID - Usai Pemilu 2019, peta kekuatan partai politik di Indonesia mengalami pergeseran. Ada yang melejit, tapi ada juga yang malah anjlok.

Untuk papan atas, PDIP bukan saja masih menjadi jawaranya. Tapi juga malah mengalami kenaikan signifikan.

Hal itu sebagaimana hasil survei yang dirilis NewIndonesia Research & Consulting pada Minggu (28/6/2020).

Pemilu 2019 lalu partai besutan Megawati Soekarnoputri memiliki elektabilitas sebesar 19,3 persen.

Kini, partai yang sedang dituding menjadi aktor di balik RUU HIP itu malah melejit dengan 29,3 persen.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono dalam keterangannya.

“Elektabilitas PDIP masih tertinggi dan meningkat ini membuktikan bahwa PDIP masih kukuh,” ungkap Andreas.

Hal yang sama juga dialami PSI. Jika pada Pemilu 2019 lalu hanya dipilih 1,9 persen, kini melonjak menjadi 4,2 persen.

Menurut Andreas, kinerja PSI di tingkat DPRD terbukti efektif sebagaimana PDIP di tingkat nasional.

“Dibandingkan hasil Pemilu 2019, hanya PDIP dan PSI yang mengalami kenaikan elektabilitas,” tutur Andreas.

Di posisi kedua, masih ditempati Partai Gerindra yang tak banyak berubah.

Pada pemilu lalu elektabilitas partai besutan Prabowo Subianto itu mencapai 12,6 persen, kini menjadi 12,5 persen.

Menariknya, parpol koalisi pemerintah lainnya justru mengalami penurunan.

Seperti Partai Golkar, dari 12,3 persen menjadi 9,7 persen. PKB dari 9,7 persen menjadi 6,8 persen dan Nasdem dari 9,1 persen menjadi 4,1 persen.

Juga PPP dari 4,5 persen menjadi 2,4 persen, Perindo dari 2,7 persen menjadi 0,9 persen, Hanura dari 1,5 persen menjadi 0,3 persen.

Sementara, PKS dari 8,2 persen jadi 5,5 persen. Demokrat dari 7,8 persen jadi 3,8 persen. Sementara PAN turun drastis dari 6,8 persen jadi 1,6 persen saja.

Partai Berkarya dari 2,1 persen jadi 0,7 persen. PBB dari 0,8 persen jadi 0,2 persen. PKPI dari 0,2 persen jadi 0,1 persen dan Garuda dari 0,5 persen jadi 0,1 persen.

Sedangkan 17,8 persen lainnya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

“Masih ada waktu empat tahun ke depan di mana elektabilitas partai politik bisa meningkat ataukah menurun,” pungkas Andreas.

Survei NewIndonesia Research & Consulting dilakukan pada 8-18 Juni 2020, dengan jumlah responden 1200 orang.

Metode survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden survei sebelumnya yang dipilih secara acak.

Margin of error survei plus minus 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

(jpnn/ruh/pojoksatu)
loading...