logo
×

Sabtu, 20 Juni 2020

Soal Bintang Emon, Fahri Hamzah: Negara Harusnya Introspeksi, Kok Hukum Dijadikan Sandiwara

Soal Bintang Emon, Fahri Hamzah: Negara Harusnya Introspeksi, Kok Hukum Dijadikan Sandiwara

DEMOKRASI.CO.ID - Peristiwa yang dialami komika Bintang Emon seolah menunjukkan tidak tertibnya negara dalam menegakkan hukum.

Pasalnya, keresahan komika asal Jakarta itu merupakan bagian dari ekspresi masyarakat Indonesia menyaksikan bobroknya penegakkan hukum.

Begitu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah saat mengisi diskusi daring #SolusiUntukNegeri dengan topik "Antara Riuh-Keruh Medos dan Kebebasan Berpendapat. Bagaimana Menertibkan?", Sabtu (20/6).

"Bintang Emon tuh, dia ngeliat kasus Novel Baswedan itu udah bertahun-tahun putar sana putar sini, undur sana undur sini, setelah sekian tahun Jaksa datang cuman memberikan tuntunan 1 tahun?" kata Fahri Hamzah.

"Come on! Kan harusnya negara yang instrospeksi, ada apa dalam negara kayak begini, kok hukum dijadikan sandiwara?" imbuhnya menegaskan.

Menurut mantan Wakil Ketua DPR RI ini, kritikan dari warga negara Indonesia tidak seharusnya dianggap ancaman bahkan mengarah pada upaya represif.

Apalagi, sambungnya, kasus teror kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan itu sudah bertahun-tahun tak kunjung selesai.

"Ini usia kita nonton sandiwara ini udah ganti Kapolri dua kali. Tapi tiba-tiba Jaksa dateng dengan tuntutan dengan 1 tahun?," tegas Fahri Hamzah.

Lebih jauh, Fahri Hamzah mengungkapkan, bahwa dirinya mengetahui kasus Novel Baswedan tersebut berawal dari perselisihan antar instansi negara.

Hanya saja, dia tidak menyebut spesifik apakah dia lembaga yang dimaksud itu adalah KPK dan Kepolisian.

"Saya tahu kasus ini ekornya dulu pada konflik kelembagaan, yang tidak pernah mau diselesaikan didalam negara. Jadi, yang tidak tertib itu negara! Bukan rakyat!," pungkas Aktivis '98 itu.(rmol)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: