logo

Sabtu, 01 Agustus 2020

Jawab Keraguan Publik, FPI Desak Kapolri Pecat Oknum Terlibat Pelarian Djoko Tjandra

Jawab Keraguan Publik, FPI Desak Kapolri Pecat Oknum Terlibat Pelarian Djoko Tjandra

DEMOKRASI.CO.ID - Ketua Penegakan khilafah Front Pembela Islam (FPI), Awit Masyhuri turut angkat bicara terkait penangkapan buronan kakap Kejaksaan Agung, Djoko Tjandra yang dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Awit menjelaskan, sebagai organisasi, FPI memiliki semangat pemberantasan korupsi sampai ke akarnya dan tidak boleh tebang pilih. Koruptor dalam pandangan FPI adalah musuk rakyat bangsa dan negara dan meruikan bangsa dan negara.

"Saya mau katakan koruptor teroris ekonomi, ini harus ditegakkan pemberantasan korupsi tandap pandang buli," demikian kata Awit Masyhuri saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, (1/8).

Pasca penangkapan Djoko Tjandra, Awit meminta Polri untuk tidak ragu melakukan pemberantasan korupsi. Mengingat terungkapnya keterlibatan oknum petinggi Polri dan Kejaksaan harus menjadi pemicu untuk melakukan reformasi internal.

"Jangan sampai terulang lagi, dari pihak kepolisian harus segera mereformasi jangan sampai terulang, Sehingga citra kepolisian semakin memburuk dimata masyarakat, harus diadakan pendidikan di tubuh kepolisian penguatan moral. Sebab penegakan hukumnya sudah ikut serta dengan penjaha negara akan hancur," kata Awit.

Selain itu, untuk menjawab keraguan publik, Awit mendesak Kapolri untuk memecat tidak hormat para oknum yang diduga terlibat. Alasannya, oknum yang melakukan persekongkolan jahat dengan koruptor sudah cukup diberi sanksi tegas.

Dengan pemecatan itu, akan memberi efek jera bagi polisi lainnya agar tidak melakukan tindakan di luar koridor hukum. (Rmol)

Komentar Pembaca

loading...