logo
×

Selasa, 25 Agustus 2020

Luhut Selalu Aman dari Reshuffle, Rocky Gerung: Dia Menteri Segala Soal

Luhut Selalu Aman dari Reshuffle, Rocky Gerung: Dia Menteri Segala Soal

DEMOKRASI.CO.ID - Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan begitu istimewa bagi Presiden Jokowi. Ia menganggap Luhut punya kekuatan sehingga selalu aman dari reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Isu reshuffle kabinet simpang-siur digemborkan, terlebih ketika Presiden Jokowi marah ke para menterinya yang lamban dalam penanganan pandemi pada Juni 2020 lalu.

Namun menurut Rocky, Presiden masih dilema soal perombakan komposisi menteri dalam kabinetnya.

“Presiden tahu trust-nya berkurang (dengan batal reshuffle) tapi ya udah mending distrust berkurang daripada reshuffle tapi terjadi momentum politik bukan semacam reshuffle tapi terjadi perubahan politik,” kata Rocky Gerung, dilansir Hops.id –jaringan Suara.com dari tayangan YouTube Rokcy Gerung, Senin (24/8/2020).

Pun jika Jokowi melakukan reshuffle, lanjut Rocky, nama Luhut akan tetap aman karena saling mengetahui kepentingan masing-masing.

Rocky menganggap demikian karena Luhut adalah menteri yang datang bukan dari partai politik, namun posisinya selalu lolos dari reshuffle.

“Pak Luhut kan dari awal punya kimia khusus dengan Pak Jokowi, karena saling tahu mentalnya dan saling tahu kepentingan. Di dalam bukti catatan pers tidak pernah ada nama luhut disebutkan untuk di-reshuffle,” kata Rocky.

Pengamat politik yang juga pernah menjadi Dosen di Universitas Indonesia itu lantas menganggap bahwa Luhut adalah masalah utama dalam kabinet namun posisinya selalu aman.

“Walaupun problem utama di kabinet adalah Luhut, karena menteri segala soal, akarnya di sana kenapa dan apa yang membuat Luhut tak bisa digoyah?” tanya Rocky.

Lebih lanjut, salah satu pendiri Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu direkrut Jokowi karena jejak masa lalu, bukan berdasarkan keahliannya.

“Saya anggap Luhut punya sejarah khusus dengan Pak Jokowi. Dia tak sekadar direkrut untuk keahliannya, kalau dibandingkan dengan menteri-menteri lain. Luhut firm bersama Jokowi dalam segala cuaca,” ujar dia.

Rocky juga menyebut masyarakat bisa melihat bahwa Luhut menyebabkan goncangan di kabinet karena terlalu ikut campur dalam sejumlah aspek.

“Publik menganggap Menteri Luhut itu salah satu figur yang menyebabkan semacam turbulensi kebijakan, karena campur tangan berlebihan dalam segala aspek. Publik kalau reshuffle ya minta Luhut di-reshuffle, tapi dalam banyak peristiwa kan enggak,” tukas Rocky.

Jokowi minta menteri fokus kerja

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengklaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan melakukan perombakan atau reshuffle kabinet besar-besaran.

Pratikno menejelaskan, pemerintah tengah fokus untuk menangani krisis akibat pandemi Covid-19. Untuk itu ia mengaku terkejut terkait rilis soal bakal ada 18 menteri yang akan di-reshuffle.

“Itu tidak benar, karena hari-hari ini kita konsentrasi luar biasa untuk menghadapi krisis kesehatan dan krisis perekonomian,” ujar Pratikno dalam keterangan Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Sekretariat Presiden, Sabtu (22/8/2020).

Hal senada juga diungkapkan oleh juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman. Ia menegaskan tidak ada rencana presiden untuk merombak atau reshuffle kabinet dan jajaran Kabinet Indonesia Maju saat ini sedang fokus bekerja.

“Semua jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju sekarang hanya fokus bekerja keras menangani pandemi COVID-19 serta pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Sebab itu, tidak ada rencana reshuffle kabinet,” kata Fadjroel dalam siaran pers sebagaimana dilansir Antara di Jakarta, Minggu (23/8/2020).

Fadjroel mengatakan, yang diperlukan Indonesia saat ini adalah bekerja cepat, bekerja keras dan bekerja inovatif.

Dia mengatakan Presiden Jokowi selalu menekankan kecepatan dan inovasi kerja pemerintah dari pusat hingga daerah serta kolaborasi seluruh komponen bangsa agar bisa segera keluar dari krisis kesehatan dan krisis perekonomian.
loading...