logo
×

Kamis, 03 September 2020

Anda Terima Info Soal Razia Masker Seperti Ini? Jangan Percaya!

Anda Terima Info Soal Razia Masker Seperti Ini? Jangan Percaya!

DEMOKRASI.CO.ID - Warga Medan menerima pesan berantai yang beredar dari satu grup ke grup WhatsApp lainnya tentang razia masker yang dilakukan Plt Wali Kota Medan dan jajarannya dengan sanksi nyeleneh.

Dimana, pesan ditujukan untuk para guru dan para siswanya yang jika kedapatan tak mengenakan masker akan dijaring dan dihukum karantina saat itu juga.

“Assalamualaikum wr wb. 🙏🏻Bapak ibu mohon untuk memberitahukan kepada putra putrinya mulai nanti malam dilarang berkeliaran di luar rumah atau berkerumun ditempat2 keramaian karena bapak Wali kota bersama satpol PP dan Satgas Covid-19 akan Razia keliling dengan membawa mobil GDS/Gerakan Disiplin Siswa. bagi yg terjaring akan diangkut di mobil untuk dikarantina, wali murid dan gurunya akan dipanggil juga, razia masker bagi yg tidak memakai masker disuruh menyemprot lingkungan radius 1000 meter. Mohon untuk di Share di Grup kelas dan masyarakat umum hari ini juga. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb,” demikian isi pesan berantai tersebut.

Melihat bola liar informasi tersebut, Pemko Medan lewat akun Instagram resminya, @humas_pemkomedan memberikan klarifikasi, Rabu (2/9/2020) malam.

“Info pentingm, kami menyatakan bahwasannya Pemko Medan tidak ada melakukan kegiatan sesuai berita yang beredar di media sosial mengenai adanya razia keliling yang dilakukan Wali Kota bersama Satpol PP dan Satgas Covid-19 tersebut adalah HOAX,” demikian pernyataan resmi akun itu.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Berita tersebut, disebutkan sangat meresahkan warga Kota Medan. Sejatinya, razia masker yang dilakukan tapi tidak seperti pesan berantai tersebut. “Sehingga dengan ini kami perlu sampaikan jangan mudah percaya atas informasi yang belum benar faktanya. Saring terlebih dahulu informasi yang diterima. Jangan sampai menjadi informasi tersebut disebarluaskan namun kebenarannya masih diragukan,” jelasnya.

“Sekali lagi kami tekankan, bahwasanya pesan berantai tersebut HOAX dan tidak benar. Ayo saring sebelum sharing informasi yang ada,” tutup pernyataan itu.
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: