logo
×

Sabtu, 28 November 2020

Ade Armando Sebut Gedung Gereja Dibakar di Sigi, Kapolda Membantah: Tidak Ada Gereja Dibakar

Ade Armando Sebut Gedung Gereja Dibakar di Sigi, Kapolda Membantah: Tidak Ada Gereja Dibakar

DEMOKRASI.CO.ID - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menyebut 4 rumah jemaat gereja dibakar di Sigi, Sulawesi Tengah.

Selain rumah jemaat, pelaku juga membakar gedung Gereja Pos Pelayanan Lemban Tongoa, Sulteng.

Akibat kejadian itu, 4 orang jemaat gereja meninggal. Mereka dibantai oleh pelaku.

“2 orang meninggal dipotong, 1 orang putus leher dengan badan dan 1 orang dibakar. Pemerintah harus bertindak tegas,” kata Ade Armando di akun Facebook miliknya, Sabtu (28/11).

Ade Armando membagikan berita berbahasa Inggris. Dalam berita itu disebutkan bahwa International Christian Concern (ICC) mengetahui perisitwa tersebut pada 27 November 2020.


Laman persecution.org melansir, teroris menyerang Gereja Pos Pelayanan Lemban Tongoa dan membakar enam rumah jemaat gereja.

Pelaku membantai jemaat gereja, yakni Kapten Arnianto, Ny. Mpapa, Letnan Abram Kako dan istrinya.

Dari empat korban tersebut, tiga orang dibacok hingga tewas, sedangkan seorang lainnya dibakar.

“ICC berduka atas kematian saudara-saudari Indonesia yang dibunuh secara brutal oleh tersangka teroris,” kata Gina Goh, Manajer Regional ICC untuk Asia Tenggara.

“Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk meminta pertanggungjawabannya dan mengadili pelaku,” tambahnya.

“Tindakan tidak masuk akal seperti itu tidak dapat ditoleransi di negara yang membanggakan Pancasila, ideologi negara yang mempromosikan kerukunan dan toleransi beragama,” tandas Gina Goh.

150 Kepala Keluarga Mengungsi

Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi mengungsi usai peristiwa pembakaran.

Kepala Desa Lemban Tongoa, Deki Basalulu mengatakan ratusan warga iungsikan ke tempat yang lebih aman yang lokasinya masih di Desa Lemban Tongoa.

“Saat ini aman, semua warga di lokasi sudah diungsikan ke daerah yang ramai penduduk,” katanya.

Deki berharap kepada masyarakat, khususnya di Lemban Tongoa, jangan mudah terprovokasi ketika menerima informasi di media sosial yang kontennya tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kami aman. Saya tidak suruh warga untuk meng-upload di media sosial. Saya berharap tidak ada yang terprovokasi,” tegasnya.

Sekretaris Desa Lemban Tongoa, Rifai menceritakan empat orang korban terdiri dari mertua, anak, dan menantu.

Jenazah keempat korban tidak bisa langsung dievakuasi dan harus beberapa saat di lokasi karena situasi keamanan.

Sejumlah warga yang bermukim dekat rumah korban melarikan diri ke dalam hutan yang ada di wilayah tersebut.

“Kalau situasi tentunya masih mencekam, mayat untuk sementara masih di TKP,” kata Rifai kemarin dilansir dari Antara.

Kapolda Gereja Dibakar di Sigi

Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso membenarkan peristiwa pembunuhan dan pembakaran di Sulawesi Tengah.

Namun Kapolda membantah informasi yang menyebutkan bahwa ada gereja dibakar di Sigi, seperti yang beredar di media sosial Facebook.

“Iya benar ada laporan kejadian beredar di Facebook. Cuma perlu diluruskan bahwa di antara yang dibakar tidak ada gereja,” kata Irjen Rakhman Baso, Sabtu (28/11/2020).

Menurut Rakman Baso, yang menjadi objek pembakaran oleh sekelompok orang tak dikenal hanyalah rumah yang biasa dijadikan tempat pelayanan umat.

Rakman Baso kembali menegaskan bahwa yang dibakar bukan bangunan gereja, melainkan rumah.

“Informasi ini harus diluruskan, sebab sudah beredar di medsos FB (Facebook). Jangan sampai meluas hingga terjadi konflik isu sara,” tandas Rakhman Baso. []

Komentar

Komentar Pembaca

loading...