logo
×

Senin, 16 November 2020

Ceramah HRS Dikomentari Henry Yoso: Ya Allah, Betapa Kotornya Ucapan Orang Ini

Ceramah HRS Dikomentari Henry Yoso: Ya Allah, Betapa Kotornya Ucapan Orang Ini

DEMOKRASI.CO.ID - Kepulangan Habib Rizieq ke tanah air memang menimbulkan banyak perbincangan di publik.

Setelah kepulangannya pada 10 November 2020 lalu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut membuat serentetan acara yang menciptakan kerumunan massa.

Tentu saja hal itu menuai pro dan kontra, mengingat saat ini Indonesia tengah dilanda wabah Covid-19.

Salah satunya adalah acara peringatan Maulid Nabi SAW. Dan bukan hanya perkumpulan yang tidak mematuhi protokol kesehatan saja yang menjadi sorotan, tetapi ceramah yang disampaikan pun juga ramai diperbincangkan.

Sebab dalam ceramah itu menyinggung revolusi berdarah juga melontarkan kata-kata tidak sedap terhadap artis Nikita Mirzani.

Menanggapi hal tersebut, Henry Yosodiningrat menilai kata-kata yang dilontarkan Habib Rizieq kotor. Tidak hanya itu, Henry Yoso juga menyebut Habib Rizieq kehilangan arah dan semakin ngawur akibat tindak tuturnya tersebut.

"Ya Allah, betapa kotornya ucapan orang ini. Dia kehilangan arah dan semakin ngawur," kata Henry Yoso, sebagaimana dalam akun Instagramnya pada Senin, 16 November 2020.

Pengacara kondang yang merupakan politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga mengaku, tindak tutur Habib Rizieq membuatnya malu dan tidak sepantasnya keluar dari mulut orang yang diagung-agungkan sebagai Imam Besar.

"Ya Allah, betapa kotornya ucapan seorang yg diagung2kan sbg Imam besar. Saya yang dengar nya malu, padahal saya bukan pengikutnya. Para pengikutnya malu gak ya," ujar Henry Yoso.

Henry Yoso mengungkap, dirinya adalah korban fitnah Habib Rizieq yang menyebut-nyebut dirinya komunis dan indekos di PDI-P melalui media sosial.

"Fitnah itu ada foto saya dan ditulis bahwa saya Henry Yosodiningrat adalah politisi berhaluan komunis, kemudian memusuhi umat Islam dan saya indekos di PDIP. Saya laporkan itu, setelah saya laporkan itu, kurang lebih sebulan kemudian dia (Rizieq) pergi umrah dan enggak balik-balik (tidak pulang lagi)," ujar Henry.



Henry Yoso melaporkan kembali kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Habib Rizieq pada tahun 2017 ke Polda Metro Jaya.

"Tiga tahun lalu heboh banget Rizieq menghina Pancasila, menghina ini, menghina itu. Intinya saya minta polisi menangkap terkait beberapa laporan itu. Seminggu atau beberapa lama setelah itu, muncul fitnah yang dilontarkan Rizieq kepada saya melalui Facebook dan Instagram," kata Henry Yosodiningrat.

Henry lantas menambahkan, dia bertemu Kapolda Metro Jaya dan Dirkrimsus sekaligus, karena pada 2017 silam, laporannya tersebut masuk di Ditkrimsus Polda Metro Jaya.

"Sekarang dia sudah balik (pulang ke Indonesia), kemarin sudah datang. Saya minta polisi untuk menindaklanjuti (laporannya). Karena kalau saya tulis surat saja mungkin kurang santun. Tapi kalau saya datang, harapan saya betul-betul diatensi," sambung Henry.***

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: