logo
×

Sabtu, 21 November 2020

Tengku Zulkarnain Peringatkan Ferdinand, Jangan Anggap Remeh Kiyai Ma’ruf Amin

Tengku Zulkarnain Peringatkan Ferdinand, Jangan Anggap Remeh Kiyai Ma’ruf Amin

DEMOKRASI.CO.ID - Ustadz Tengku Zulkarnain memperingatkan Ferdinand Hutahaean agar tak menganggap remeh Wapres KH Ma’ruf Amin yang ingin bertemu dengan Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Jangan merendahkan ulama sekelas Kiyai Ma’ruf Amin. Apalagi menganggap remeh beliau. Beliau itu guru saya,” ungkap Tengku Zul melalui akun Twitter, Sabtu (21/11/2020).

Disebutkan Wasekjen MUI ini, Ferdinand dan kawan kawan perlu mencatat besar-besar.

Saat Pilpres 2019 kemarin, kalau Jokowi tidak berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin, dapat dipastikan jeblok dan kalah besar.

“Sampai di sini paham?,” jelas Tengku Zul.

Tidak sampai disitu saja, Ustadz Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa Ferdinand Hutahaean tidak paham tradisi bangsa Indonesia dan tradisi ulama.

“Ferdinand! Ente mana tahu tradisi bangsa yang biasa dialog. Apalagi tradisi ulama. Kiyai Ma’ruf itu ulama besar dan Wapres. Sejak muda ulama politikus. Lha Ente?,” tegasnya.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean melontarkan status kontroversial di Twitter.

Dia menyebut, jika KH Ma’ruf Amin mau mundur dari Wapres dan gabung dengan FPI, dia ikhlas.

“Dan kami pun sebetulnya tak masalah dan tak keberatan kalau Pak Ma’aruf mau mundur dari kursi Wapres dan bergabung dengan FPI,” kata mantan politisi Partai Demokrat ini.

“Kami iklas Pak! Biar kursi Wapres diisi yang bisa kerja! Maaf ya!,” cuit Ferdinand di akun Twitter pribadinya, Sabtu (21/11).

Seperti diketahui, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyambut baik gagasan pertemuan antara dirinya dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi mengatakan, Ma’ruf Amin tidak mempersoalkan gagasan tersebut.

“Terhadap gagasan pertemuan itu ya Wapres tidak ada masalah. Wapres ‘welcome’. Artinya itu hal yang bisa dilakukan selama membawa kebaikan bagi bangsa dan negara,” kata Masduki, Jumat (20/11).

Masduki juga menyatakan, telah ada organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang sudah menawarkan diri untuk menyelenggarakan pertemuan tersebut.

Komentar Pembaca

loading...