logo
×

Sabtu, 14 November 2020

Ustadz Abdul Somad Bicara Orang Dihukum dari Jabatan karena Sambut Habib

Ustadz Abdul Somad Bicara Orang Dihukum dari Jabatan karena Sambut Habib

DEMOKRASI.CO.ID - Ustadz Abdul Somad (UAS) menyinggung orang yang memiliki ikatan dinas dihukum dari jabatannya saat menyambut Habib Rizieq Syihab (HRS). Akibatnya, UAS menilai banyak orang yang takut menjenguk Habib Rizieq.

“Orang yang menyambut beliau, kalau dia masih ada ikatan dinas maka beberapa hari ini kita lihat orang itu dihukum dari jabatannya. Orang yang meng-update status kalau menulis nama beliau maka Instagram-nya akan diblokir, hanya menulis namanya saja maka Facebook-nya akan dicuri. Orang menjadi takut untuk menjenguk beliau kecuali orang-orang yang takutnya sudah dihabiskan untuk Islam,” kata UAS saat memberikan tausiah di Megamendung, Kabupaten Bogor, yang disiarkan melalui YouTube LDF TV, Jumat (13/11).

UAS kemudian mempertanyakan apa kesalahan Habib Rizieq terhadap negara. UAS menegaskan Habib Rizieq hanya mengajak umat berbuat baik dan melawan ketidakadilan.

“Apa dosanya? Apa kesalahannya? Berapa triliun negeri ini pernah dirugikannya, nikel, uranium yang pernah dijualnya ke luar negeri, berapa BUMN perusahaan yang pernah dijualnya, aset-aset negara, ada yang pernah dia jual? Dia hanya mengajak anak muda yang selama ini pecandu narkoba menjadi bertaubat kepada Allah, dia hanya membangkitkan semangat anak muda yang selama ini berzina menjadi orang-orang yang takut kepada Allah,” kata UAS.

UAS kemudian menyinggung sikap Habib Rizieq yang mengajak agar tidak memilih pemimpin yang kafir. Menurut UAS, seruan Habib Rizieq itu adalah hak di negara demokrasi.

“Dia hanya menyadarkan umatnya supaya sadar bahwa politik itu penting, angkatlah biar adil dan aman. Dia hanya mengajak umatnya supaya jangan memilih pemimpin yang kafir, salahkan perbuatannya? Tidak. Dia tinggal di negara demokrasi, dalam dunia demokrasi siapa pun berhak untuk mengajak menyuarakan kebenaran, dia tidak melawan sultan, dia tidak melawan ulil amri, dia tidak melawan siapa pun dia hanya melawan ketidakadilan,” katanya.

Lebih lanjut, UAS juga mengomentari ramainya massa saat menyambut Habib Rizieq ketika tiba di Megamendung, Bogor. Keramaian itu, menurut UAS, adalah wujud kecintaan massa kepada keturunan atau zuriat Nabi Muhammad, yaitu Habib Rizieq Syihab.

“Ternyata yang menyambutnya seramai ini, sebanyak ini, orang berjalan kaki. Apa yang membuat mereka datang kemari, satu cinta. ‘Debu menempel di sandal Laila lebih dapat menghilangkan rasa sakit dan luka hanya cinta kepada Laila’, apalagi cinta kepada zuriat Nabi Muhammad SAW,” sebut UAS.

UAS mengatakan umat Islam yang memiliki kebencian kepada Nabi dan keturunannya akan hilang berkahnya. UAS mengatakan Habib Rizieq adalah salah satu keturunan Nabi Muhammad SAW.


“Andai engkau orang alim, anda engkau mengerti kitab kuning, ada ilmu, tapi ada kebencianmu kepada Ahlulbait Rasullullah SAW maka hilang keberkahanmu. Salah satu zuriat bin syihab itu adalah sayyidi, sayyidi Al Imam Al Akbar Al Habib Muhammad Rizieq Syihab,” sambungnya.

“Kalau mau hidup tenang beliau sudah tenang dengan anak cucu dan menantunya, dengan ilmunya beliau meraih gelar Lc dari Universitas Imam Muhammad bin Saud. Dia cukup dengan majelis maulidnya, dia cukup, kenapa dia bersusah payah, kenapa dia mesti kena fitnah dia hanya mengikut darah sayyidina Hussein. Tapi ada yang seperti sayyidina Hussein menggelegar suaranya, dia hunuskan pedangnya untuk musuh-musuh Allah,” kata UAS.

UAS mengatakan siapa yang mencintai Hassan dan Hussein akan memiliki bekal ketika bertemu dengan Nabi Muhammad nanti. Begitu juga bagi mereka yang mencintai keturunannya.

“Yang mencintai sayyidina Hassan, mencintai sayyidina Hussein mencintai zuriat mereka, keturunan mereka maka dengan cinta itu bekal kita menghadap Rasulullah SAW,” sebutnya.

“Wahai para pelaku pembuat dosa, wahai para pezina, wahai para peminum khamar, kalau kalian belum bertaubat, kalau kalian belum sanggup untuk berbuat baik, kalau kalian belum mampu untuk beramal saleh, paling tidak jangan kalian sakiti zuriat Rasulullah, jangan kalian keluarkan kata-kata fitnah, bagaimana kalian menghadap Rasulullah,” kata UAS.

Kepada para pemimpin, UAS juga berpesan agar menjaga amanah kekuasaan yang telah diberikan. Dia kemudian mencontohkan kekalahan Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat dan perobekan baliho Presiden ke-7 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Wahai para pemimpin yang hari ini kau dititipkan amanah kekuasaan, beberapa hari ini apa yang dilakukan orang kepada Donald Trump, kurang hebat apa lagi Trump, negara adidaya, kekuasaan, kaya raya, tetapi kekuasaan itu diambil oleh Joe Biden kita malu melihat video ejekan-ejekan itu. Kalau hari ini kau punya kekuasaan saudaraku, sampai masanya kau juga akan mengalami seperti yang dialami Donald Trump, jabatan dicabut Allah,” sebut UAS.

“Saya masih melihat video bagaimana bapak Sulilo Bambang Yudhoyono sampai ke Pekanbaru beberapa tahun yang lalu. Di depan balihonya, balihonya disobek, beliau jenderal, ganteng, punya partai, tetapi setelah kekuasaan itu tak ada di tangannya, difitnah, di-bully, balihonya disobek, bagaimana agaknya ketika tiga hal itu tidak ada pada diri kita. Tidak ada jenderal, tidak genteng tidak pula punya partai?” sambungnya.

Artikel Asli

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: