logo
×

Rabu, 27 Januari 2021

Gunung Raung Erupsi hingga Keluarkan Suara Gemuruh

Gunung Raung Erupsi hingga Keluarkan Suara Gemuruh

DEMOKRASI.CO.ID - Gunung Raung erupsi hingga saat ini. Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung mengamati adanya suara gemuruh dalam aktivitas vulkanik pagi tadi.

Gemuruh terdengar jelas sekitar pukul 07.00 hingga pukul 11.00 WIB. Suara gemuruh terjadi antara 10 menit hingga 30 menit sekali.

"Suara gemuruh terdengar pagi ini. Mulai jam 7 pagi hingga 11 siang. Untuk selanjutnya masih belum terdengar hingga saat ini," ujar Mukijo, Kepala PPGA Raung kepada detikcom, Rabu (27/1/2021).

Gemuruh tersebut, kata Mukijo, karena aktivitas vulkanis yang terjadi di dalam kaldera. Apalagi kaldera Gunung Raung itu memiliki diameter 2 kilometer. Sehingga suara terdengar menggelegar. Sementara cahaya api terpantau dari asap yang membumbung setinggi 500 meter dari puncak gunung.

"Secara umum kondisi Gunung Raung masih waspada. Asap kelabu sudah tidak teramati sejak 2 hari terakhir. Dan pada tanggal 24 hingga saat ini masih terlihat cahaya api dari pantulan asap," tambahnya.

Tidak adanya asap kelabu, kata Mukijo, karena material pijar sudah menemukan jalan keluar. Letusan dengan tipe strombolian melemparkan material di dalam kaldera.

Letusan ini mirip dengan erupsi pada tahun 2020 lalu. Belum sampai puncaknya seperti tahun 2015 lalu.

"Untuk lava sampai saat ini belum keluar seperti tahun 2015 lalu. Masih seperti tahun 2020," tambahnya.

Meski ada suara gemuruh, kata Mukijo, masyarakat yang berada di lereng Gunung Raung masih aman. Karena lontaran pijar yang dikeluarkan dari dalam Gunung Raung masih terjadi di dalam kaldera.

"Sampai sekarang belum mengarah ke sana (seperti tahun 2015). Kondisi saat ini masih aman (untuk masyarakat). Karena masih aktivitas dampak di sekitar kawah saja. Masyarakat diminta berada di luar zona 2 kilometer itu," tambahnya.

Dalam data PPGA pada pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, Gunung Raung terlihat jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Terdengar suara gemuruh.

Untuk kegempaan, gempa embusan terjadi 2 kali dengan amplitudo 3 mm dan durasi 60-61 detik. Gempa tremor non-harmonik terjadi 74 kali dengan amplitudo 1-9 mm dan durasi 46-438 detik.(dtk)

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: