logo
×

Jumat, 22 Januari 2021

Kasus Pembunuhan 6 Laskar FPI, Amien Rais Ungkap Operasi Naga Hijau

Kasus Pembunuhan 6 Laskar FPI, Amien Rais Ungkap Operasi Naga Hijau

DEMOKRASI.CO.ID - Kasus penembakan enam laskar FPI kembali dibahas. Kali ini, sejumlah tokoh bergabung dalam sebuah tim yaitu Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI.

Tokoh yang bergabung dalam TP3 yaitu Amien Rais, Abdullah Hahemahua, Busyro Muqoddas, dan Neno Warisman.

Dalam sebuah acara jumpa pers yang ditayangkan melalui kanal Youtube Refly Harun pada Kamis (21/1/2021), Amien Rais menyinggung soal kisah Gus Dur tentang Operasi Naga Hijau.

"Jadi dulu kita masih ingat 1998, ada Peristiwa Banyuwangi. jadi PBNU membuat Tim Pencari Fakta. Kemudian hasilnya itu diberikan oleh penegak hukum. Namun, hasilnya nihil. Nah untuk itu, Gus Dur sebagai Ketua PBNU mengatakan itu namanya adalah Operasi Naga Hijau," ujar Amien Rais, dikutip Suara.com.

Dibentuknya TP3 itu ditujukan untuk mengawal kasus penembakan enam laskar FPI. Mereka menegaskan akan melakukan advokasi hukum dan HAm berkelanjutan terhadap kasus tersebut.

Operasi Naga Hijau

Gus Dur menyebut operasi Naga Hijau merupakan sebuah operasi yang digelar untuk menyulut kerusuhan seperti pada Peristiwa Banyuwangi pada tahun 1998.

Pada Peristiwa Banyuwangi bermunculan ninja yang membunuh ulama, ustaz dan tokoh-tokoh agama yang ada di wilayah Banyuwangi.

Tragedi ini akhirnya membuat Gus Dur menyebut sebagai Operasi Naga Hijau.

Dalam makna politik, hijau dapat bermakna sebagai TNI dan Islam. Sementara itu, dalam konteks Operasi Naga Hijau merujuk pada pandangan pihak militer terhadap kelompok Islam.

Menurut Gus Dur, kelompok Islam yang dianggap 'ekstrem' ini akan dikikis oleh pihak militer melalui operasi khusus.

Diketahui, gagasan Gus Dur ini sempat membuat heboh media saat itu. Banyak pihak militer yang merasa tersinggung.

Operasi Naga Hijau menjadi kenangan buruk bagi para warga pesantren dan Nahdlatul Ulama. (*)

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: